Caleg Muda Pendatang Baru dan Perempuan Siap Bersaing Rebut Kursi Pileg Petahana

Sejumlah caleg pendatang baru dipastikan meramaikan konstestasi pileg di Kabupaten Malang. Politisi muda dan perempuan siap berebut kursi dewan dengan para caleg petahana ...

November 14, 2023 - 15:30
Caleg Muda Pendatang Baru dan Perempuan Siap Bersaing Rebut Kursi Pileg Petahana

TIMESINDONESIA, MALANG – Sejumlah caleg pendatang baru dipastikan meramaikan konstestasi pileg di Kabupaten Malang. Politisi muda dan perempuan siap berebut kursi dewan dengan para caleg petahana. 

Berdasarkan Daftar Calon Tetap (DCT) anggota legislatif pemilu 2024 yang sudah ditetapkan KPU RI, jumlah caleg di Kabupaten Malang sebanyak 589 orang. Pada pemilu nanti, mereka akan berebut 50 kursi DPRD Kabupaten Malang yang diperuntukkan 7 (tujuh) daerah pemilihan. 

Di rekap daftar caleg yang sudah ditetapkan ini, tercatat juga hampir semua nama-nama caleg merupakan wajah lama, yang saat ini aktif menjadi anggota legislatif di DPRD Kabupaten Malang. Anggota legislatif tersebut adalah kader parpol yang kembali mencalonkan diri pada pileg mendatang di di dapil yang sama. 

Sebaliknya, caleg pendatang baru jumlahnya mendominasi, dan sebagian diantaranya adalah caleg muda. Sebut saja, Grienny Nuradi Atmidha, caleg Partai Demokrat yang mencalonkan diri di Dapil Malang 1 (Kepanjen, Bululawang, Gondanglegi, Pagelaran). 

Meski pendatang baru, dan pertama kali terjun di dunia politik, Grienny mengaku tidak ciut nyali. 

"Saya hanya satu dari banyak caleg muda, yang sebenarnya selama ini banyak berkecimpung di dunia pendidikan dan wirausaha. Dan, Saya tetap meyakini, banyak masyarakat terdidik yang akan jadi pemilih cerdas dan mau memilih dengan rasionalitas," kata Grienny Nuradi, saat ditemui, Selasa (14/11/2023) pagi. 

Minim pengalaman politik, bukan jadi penghalang baginya mendapatkan simpati masyarakat. Dan, yang dilakukannya tidak semata politik praktis dan instan. Ia punya persepsi dan pendekatan politik, yang mungkin tidak dilakukan caleg-caleg lainnya. 

Grienny mengungkapkan, berdemokrasi untuk meraih suara pemilih, adalah proses pendidikan politik yang nyata bagi masyarakat. Dengan terjun langsung pendekatan dari hati ke hati, akan lebih diketahui sepeti apa sebenarnya persepsi masyarakat terhadap calon pemimpin atau wakil rakyat. 

"Pilihan politik untuk harus rasional, berangkat dari persepsi dan harapan yang sebenarnya dipunyai (masyarakat). Bukan sebaliknya, memilih hanya karena dimobilisasi atau sengaja diiming-imingi sesuatu. Banyak loh, caleg yang tidak dikenal sama sekali calon pemilihnya," sindir tokoh muda yang pernah jadi Presiden Mahasiswa Universitas Negeri Malang 2008 ini. 

Grienny sendiri selama ini lebih banyak dikenal dalam kesempatan training motivasi dan parenting, baik ibu-ibu perempuan maupun milenia. Ia adalh pendiri Grand Institute Malang, dan banyak bergiat di Yayasan Embong Apik Indonesia. (*) 

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow