Bupati Jember Tegaskan Komitmen Layanan Publik Lewat Program Bunga Desaku

Bupati Jember Muhammad Fawait kembali menegaskan komitmen pemerintahannya dalam menghadirkan pelayanan publik yang inklusif dan solutif.

April 11, 2026 - 10:20
Bupati Jember Tegaskan Komitmen Layanan Publik Lewat Program Bunga Desaku

JEMBER - Bupati Jember Muhammad Fawait kembali menegaskan komitmen pemerintahannya dalam menghadirkan pelayanan publik yang inklusif dan solutif.

Melalui program unggulan "Bunga Desaku", Pemerintah Kabupaten Jember kini hadir lebih dekat dengan masyarakat untuk menjembatani kebutuhan warga hingga ke pelosok desa.

Program "Bunga Desaku" bukan sekadar agenda rutin, melainkan instrumen strategis untuk memastikan setiap warga mendapatkan hak-hak dasar, terutama dalam sektor kesehatan.

Hal ini disampaikan langsung dalam dalam diskusi panel Live Wadul Gus'e bertajuk "Gus Bupati Menjawab: Dampak Bunga Desaku, Mlinjo Cinta, Reaktivasi Bandara Dan Kemiskinan", Jumat (10/4/2026).

Fawait menyoroti keberhasilan sistem Universal Health Coverage (UHC) yang kini telah dirasakan manfaatnya secara luas oleh masyarakat Jember.

"Program Bunga Desaku adalah wujud nyata upaya kami menghilangkan sekat antara pemerintah dan rakyat. Kami ingin memastikan bahwa seluruh warga, terutama masyarakat kurang mampu, memiliki akses kesehatan yang layak dan gratis melalui BPJS Kesehatan yang berlaku di seluruh rumah sakit di Indonesia," ujar Fawait.

Lebih dari sekadar layanan administratif, setiap gelaran "Bunga Desaku" menjadi ajang serap aspirasi yang terintegrasi.

Dengan melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Bappeda secara langsung, masukan dari masyarakat di tingkat desa akan dikumpulkan untuk kemudian diintegrasikan ke dalam perencanaan APBD dan PAPBD.

Hal ini memastikan bahwa kebijakan yang diambil pemerintah daerah benar-benar berdasarkan kebutuhan faktual masyarakat di lapangan.

Selain aspek pelayanan kesehatan, program ini juga memiliki dampak multidimensi, di antaranya.

"Melalui interaksi langsung dengan pelaku UMKM dan warga, pemerintah daerah dapat memantau stabilitas harga kebutuhan pokok secara lebih efektif dan Pemberian apresiasi dan suvenir bagi warga merupakan bentuk dukungan pemerintah terhadap produk-produk lokal yang berkontribusi pada perputaran ekonomi daerah" jelas Fawait.

"Membangun budaya birokrasi yang responsif, di mana pemerintah daerah turun langsung ke bawah untuk mendengar keluhan tanpa melalui prosedur yang birokratis dan berbelit," tambahnya.

Fawait menegaskan bahwa pemerintah daerah harus menjadi pelayan rakyat yang proaktif.

Ia berharap program "Bunga Desaku" ini terus menjadi motor penggerak pembangunan di Jember, sehingga kesenjangan antara kebijakan pemerintah dan realitas kebutuhan masyarakat dapat diminimalisir.

"Kami hadir untuk melayani. Setiap aspirasi yang masuk hari ini adalah bahan baku pembangunan Jember yang lebih baik, lebih maju, dan lebih sejahtera di masa depan," pungkasnya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow