Bupati Jember: MBG Mampu Serap 15 Ribu Tenaga Kerja Lokal

Bupati Jember Muhammad Fawait memaparkan strategi besar untuk mengakselerasi kesejahteraan masyarakat dalam sebuah forum silaturahmi bersama tokoh pemuda dan buka bersama yang berlangsung di Pendapa W

Maret 7, 2026 - 20:30
Bupati Jember: MBG Mampu Serap 15 Ribu Tenaga Kerja Lokal

JEMBER

Bupati Jember Muhammad Fawait memaparkan strategi besar untuk mengakselerasi kesejahteraan masyarakat dalam sebuah forum silaturahmi bersama tokoh pemuda dan buka bersama yang berlangsung di Pendapa Wahyawibawagraha, Sabtu (7/3/2026).

​Fawait menegaskan bahwa tolok ukur kesuksesan pemerintahannya bukan sekadar laporan administratif, melainkan dampak konkret pada penurunan angka kemiskinan.

"Fokus utamanya saat ini adalah menyasar kantong-kantong kemiskinan ekstrem yang tersebar di wilayah pesisir, perkebunan, dan area pinggiran hutan," tegasnya.

​Menurut Fawait, esensi dari bernegara adalah mewujudkan kemakmuran bagi rakyatnya.

Ia menargetkan pada tahun 2029, Jember sudah menunjukkan hasil nyata dalam mengangkat derajat warga yang berada di bawah garis kemiskinan.

​"Kesejahteraan itu indikatornya jelas, yaitu berkurangnya jumlah warga miskin. Saya ingin fokus pada pembuktian kerja nyata untuk saudara-saudara kita di wilayah pinggiran," tuturnya.

​Salah satu poin krusial dalam diskusi tersebut adalah optimalisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Fawait melihat program ini bukan sekadar bantuan pangan, melainkan stimulan ekonomi yang masif bagi Jember.

"Program ini diprediksi membawa perputaran uang tambahan hingga Rp4 triliun, hampir menyamai total APBD Jember yang berada di angka Rp4,3 triliun dan rencana pembangunan 300 titik dapur umum diperkirakan mampu menyerap sekitar 15.000 tenaga kerja lokal, mulai dari juru masak hingga kurir di tingkat desa," jelasnya.

​Untuk memastikan efek domino yang positif, Fawait berkomitmen menerbitkan regulasi tegas melalui Surat Edaran (SE).

Aturan ini mewajibkan seluruh pasokan bahan pangan seperti daging, telur, sayur, dan beras diambil langsung dari petani serta peternak lokal Jember.

​Terkait operasional, dia memberikan peringatan keras terhadap integritas pengelola dapur.

Tercatat sudah ada tiga dapur yang diberhentikan sementara karena gagal menjaga kualitas layanan.

"Kualitas asupan untuk anak-anak adalah prioritas utama, tidak ada ruang bagi pihak yang tidak amanah," tegasnya.

​Menyikapi tensi politik yang dinamis, Fawait memilih untuk tidak responsif terhadap kegaduhan di media sosial.

Ia menekankan bahwa energi pemerintah harus dicurahkan pada pelayanan publik dan pencapaian target pembangunan daripada berpolemik.​

"Kami berpesan kepada para mahasiswa agar terus menjalankan fungsi kontrol sosial secara independen," ujarnya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow