Bupati Jember Gus Fawait: Kritik Jangan Dijauhi, Kita Ajak Debat Live di Medsos

Bupati Jember mengatakan bahwa di era digital yang serba cepat ini, kritik dari masyarakat seharusnya tidak lagi direspons dengan sikap defensif atau antipati.

Mei 17, 2026 - 15:01
Bupati Jember Gus Fawait: Kritik Jangan Dijauhi, Kita Ajak Debat Live di Medsos

JEMBER - Panggung megah Karnaval SCTV 2026 yang digelar di Alun-Alun Kabupaten Jember mendadak riuh dan sarat akan pesan edukasi politik.

Di tengah kemeriahan acara hiburan tersebut, hadir Bupati Jember Muhammad Fawait, yang akrab disapa Gus Fawait.

Kehadirannya tidak hanya sekadar menyapa warga, namun juga membawa angin segar terkait arah keterbukaan informasi dan gaya kepemimpinan masa kini.

Di hadapan ribuan pasang mata masyarakat Jember yang memadati lokasi, Gus Fawait secara lantang mendobrak batasan kaku antara pemimpin dan masyarakat.

Ia menegaskan bahwa di era digital yang serba cepat ini, kritik dari masyarakat seharusnya tidak lagi direspons dengan sikap defensif atau antipati. Sebaliknya, ruang digital harus dimanfaatkan sebagai wadah adu gagasan yang sehat dan transparan.

"Siapa yang mengkritik pemerintah, tidak kita jauhi sekarang. Tapi kita ajak diskusi, bahkan debat secara live lewat medsos (media sosial)," ujar Gus Fawait dari atas panggung utama, yang langsung disambut riuh tepuk tangan dan sorak kagum dari para penonton yang hadir, Minggu (17/05/2026).

Gus Fawait menilai, media sosial bukan lagi sekadar alat hiburan, melainkan instrumen penting dalam menyerap aspirasi dan melakukan kontrol sosial. Oleh karena itu, diskusi interaktif secara langsung (live) dinilai menjadi solusi paling jujur karena dapat disaksikan oleh publik secara luas tanpa ada manipulasi informasi.

Lebih lanjut, politikus muda yang dikenal dekat dengan emak-emak dan kaum milenial ini menambahkan bahwa transparansi adalah kunci utama dalam membangun kepercayaan (trust) masyarakat terhadap jalannya roda pemerintahan.

Ia berkomitmen bahwa setiap dinamika, keluhan, maupun kritik yang masuk harus dihadapi secara jantan dengan argumen yang berbasis fakta.

"Jadi tidak ada yang di-cut-cut (dipotong). Apa keluhannya, kita jawab dengan data. Apa kritikannya, kita jawab dengan data," tegas Gus Fawait dengan penuh optimisme.

Menurutnya, dengan menjawab segala persoalan menggunakan data yang valid, maka perdebatan di ruang publik tidak akan berujung pada fitnah atau hoaks, melainkan melahirkan solusi konkret yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat Jember.

Pernyataan berani dan visioner dari Gus Fawait ini langsung memantik respons positif dari para pembawa acara (host) papan atas Karnaval SCTV yang mendampinginya di panggung.

Mereka mengamini bahwa gaya komunikasi interaktif, terbuka, dan anti-anti-kritik seperti inilah yang selama ini sangat dirindukan dan dibutuhkan oleh masyarakat urban maupun daerah.

Gaya komunikasinya yang santai, membumi, namun tetap sarat akan substansi membuat Gus Fawait dinilai sebagai representasi pemimpin masa depan yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Kehadiran Gus Fawait di gelaran Karnaval SCTV ini pun ditutup dengan momen hangat.

Di akhir sesinya, ia bersama para pengisi acara kompak menyapa penonton, memberikan penghormatan, dan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh warga Jember yang senantiasa menjaga kebersamaan, kreativitas, dan kondusivitas kota. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow