Bupati Eman Suherman Ajak Semua Elemen Wujudkan 'Majalengka Langkung SAE'
Bupati Eman menegaskan bahwa cita-cita membangun Majalengka yang 'Langkung SAE' atau lebih baik bukanlah pekerjaan satu orang.
MAJALENGKA Pagi yang tenang di Kabupaten Majalengka menjadi saksi sebuah pesan besar tentang masa depan daerah.
Di hadapan para pemangku kepentingan, H. Eman Suherman menyampaikan kembali visi besar yang ia bawa sejak dilantik sebagai Bupati Majalengka, pada 20 Februari 2025.
Dengan nada penuh keyakinan, Bupati Eman menegaskan bahwa cita-cita membangun Majalengka yang 'Langkung SAE' atau lebih baik bukanlah pekerjaan satu orang. Ia menilai, keberhasilan pembangunan hanya bisa tercapai jika seluruh elemen masyarakat bergerak bersama.
"Sebagai Bupati Majalengka bersama Wakil Bupati Dena M Ramdhan, ketika kami diamanati memimpin daerah ini, visi besar kami adalah membangun Majalengka yang Langkung SAE dari semua aspek kehidupan," ujarnya, Senin (9/3/2026)
Namun menurutnya, visi tersebut tidak akan pernah terwujud tanpa keterlibatan semua pihak. Mulai dari masyarakat, aparatur sipil negara (ASN), hingga unsur TNI dan Polri yang selama ini menjadi bagian dari pelaksanaan program pemerintah daerah.
Dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah, Pemerintah Kabupaten Majalengka telah menetapkan berbagai program strategis untuk mewujudkan visi tersebut. Tetapi bagi Eman, dukungan masyarakat tetap menjadi kunci utama.
"Bagaimana mungkin Majalengka bisa Langkung SAE kalau kita sendiri tidak ikut menyempurnakannya. Karena itu tagline kami adalah 'Hayuk Juang Saekeun Majalengka',” katanya.
Tagline tersebut, lanjutnya, bukan sekadar slogan. Ia adalah ajakan bagi seluruh warga Kabupaten Majalengka untuk ikut menjadi bagian dari perubahan.
Membangun Aspek Sosial Keagamaan
Untuk menerjemahkan visi besar itu, Pemerintah Kabupaten Majalengka telah merumuskan enam misi pembangunan daerah. Salah satu yang menjadi prioritas utama adalah membangun kehidupan sosial dan keagamaan yang lebih baik.
Bagi Eman Suherman, misi tersebut bukan hanya konsep di atas kertas. Ia harus hadir dalam berbagai program nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Salah satu contohnya adalah dukungan terhadap program Sedekah Infak Generasi Anak Peduli (SIGAP) yang digagas oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Majalengka.
Program ini, menurutnya, menjadi bentuk nyata implementasi misi pemerintah daerah dalam menanamkan nilai sosial dan keagamaan sejak dini kepada generasi muda.
"Ini bukan sekadar program sedekah. Ini adalah pendidikan karakter, bagaimana anak-anak belajar peduli sejak kecil," ujarnya.
Menjaga Kontinuitas Program Keagamaan
Selain itu, Eman juga menekankan pentingnya menjaga program-program keagamaan yang telah berjalan di masyarakat. Salah satunya adalah gerakan salat dhuha yang terus didorong agar tetap dilaksanakan di berbagai lingkungan.
Ia bahkan memastikan program tersebut tidak boleh berhenti selama masa kepemimpinannya. "Ini bukan untuk Bupati. Ini untuk kita semua. Karena program keagamaan adalah pengingat bagi diri kita sendiri," tegasnya.
Tak hanya di bidang keagamaan, Pemerintah Kabupaten Majalengka juga menggerakkan berbagai program sosial yang bertujuan membangun kesadaran masyarakat. Salah satu yang menjadi perhatian adalah Gerakan Bersih-bersih (Geber Jumat).
Program ini bahkan telah berjalan lebih dulu sebelum pemerintah pusat meluncurkan gerakan nasional serupa. Menurut Eman, menjaga kebersihan lingkungan bukan sekadar soal estetika, tetapi juga bagian dari nilai keimanan.
"Dalam ajaran Rasulullah disebutkan bahwa kebersihan adalah bagian dari iman. Karena itu kita harus berani perang melawan sampah," katanya.
Menumbuhkan Kepedulian Sosial
Ia menegaskan bahwa kesadaran menjaga lingkungan harus dimulai dari diri sendiri dan dari masyarakat. Selain kebersihan, pemerintah daerah juga mendorong tumbuhnya kepedulian sosial di lingkungan sekolah.
Program SIGAP menjadi salah satu cara untuk menanamkan nilai empati kepada siswa sejak usia dini. Eman menjelaskan bahwa program tersebut bukanlah bentuk pungutan, melainkan sarana pendidikan karakter bagi anak-anak.
"Ini bukan memotong hak anak. Filosofinya adalah bagaimana guru mengajarkan kepedulian kepada anak didiknya sejak dini," jelasnya.
Menurutnya, pendidikan tidak hanya berbicara tentang ilmu pengetahuan atau teori di ruang kelas. Lebih dari itu, sekolah juga memiliki tanggung jawab untuk membangun karakter dan akhlak generasi muda.
Melalui program-program seperti SIGAP, nilai kepedulian diharapkan dapat tumbuh dalam diri anak-anak Majalengka. Di akhir penyampaiannya, Bupati Eman Suherman mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga semangat kebersamaan dalam membangun daerah.
Ia menyadari bahwa jalan menuju Kabupaten Majalengka yang lebih baik tidak selalu mudah. Namun dengan keyakinan dan kerja bersama, ia optimis cita-cita itu bisa tercapai.
"Memang tidak ringan. Tapi kita harus yakin, jika kita bergerak bersama, Majalengka yang Langkung SAE bukan hanya mimpi," pungkas Bupati Majalengka, H Eman Suherman. (*)
Apa Reaksi Anda?