Booze & Glory Satukan Spirit West Ham dan Militansi Tribun Suporter Surabaya

Tur Whisky Tango Foxtrot Booze & Glory di Indonesia 2026 berlangsung sukses dengan ribuan penonton di 11 kota. Kolaborasi dengan Over Distortion serta kuatnya kultur suporter menjadi daya tarik utama.

April 20, 2026 - 13:10
Booze & Glory Satukan Spirit West Ham dan Militansi Tribun Suporter Surabaya

SURABAYA - Band asal London, Booze & Glory, tengah merampungkan rangkaian tur bertajuk Whisky Tango Foxtrot Indonesian Tour 2026. Tur ini bukan sekadar konser musik punk biasa, melainkan perayaan solidaritas antara subkultur Oi! Inggris dengan gairah suporter lokal Tanah Air. 

​Dona Marsita dari Origin Entertainment, promotor yang memboyong kuartet Marek Rusek (vokal), Kahan (gitar), Frank Pellegrino dan Manny Anzaldo (gitar ritme), serta Herve JL (bass), menyebutkan bahwa tur kali ini merupakan salah satu yang tersukses dalam hal animo penonton.

​"Ini adalah kunjungan keempat mereka dari 11 kota yang disambangi sangat luar biasa. Rata-rata panggung festival kami dipadati 3.000 hingga 4.000 penonton, sementara untuk gigs yang lebih intim di cafe atau klub, antusiasmenya tetap tak terbendung," jelas Dona pada saat ditemui acara Loyalty Fest di Surabaya, Minggu (19/4/2026). 

​Dona membeberkan alasan mengapa tur 2026 ini terasa sangat istimewa bagi skena musik Indonesia. "Sangat spesial karena di album baru, mereka berkolaborasi dengan band asal Sleman, Over Distortion. Lagu Celebration dari mereka di-cover dan dimasukkan ke dalam album Whisky Tango Foxtrot. Ini baru pertama kalinya band sekelas mereka melakukan kolaborasi sedalam ini dengan musisi lokal Indonesia," tambahnya.

​Bagi vokalis Marek Rusek, kedekatan bandnya dengan penggemar di Indonesia bukan sekadar basa-basi. Booze & Glory, yang terbentuk di London pada 2009, memang dikenal dengan lirik-lirik bertema working class, kebanggaan pada identitas London, dan kecintaan pada klub sepak bola West Ham United.

​"Setiap kali kami datang ke sini, energinya selalu luar biasa. Suporter di sini sangat fanatik dan bergairah, tidak hanya dalam musik tetapi juga sepak bola. Di setiap kota, saya selalu mendapatkan hadiah kaos tim sepak bola lokal," ujar Marek.

​Marek merasa ada kesamaan kultur yang sangat kental antara komunitas street punk yang mereka usung dengan kultur suporter sepak bola di Indonesia.

"Karena band kami sangat lekat dengan West Ham United, bertemu dengan basis penggemar di Indonesia yang juga punya spirit kesebelasan membuat kami merasa seperti berada di tengah keluarga besar," tutur Marek.

​Booze & Glory dikenal dengan gaya Oi! dan street punk modern yang penuh dengan melodi singalong yang catchy. Musik mereka sering mengeksplorasi tema-tema persatuan, kebanggaan kelas pekerja, dan kritik sosial.

​Over Distortion sendiri, band pendamping utama tur ini, bukanlah nama asing di kalangan pendukung klub sepak bola, khususnya PSS Sleman. Musik mereka yang kental dengan chant stadion dan spirit tribun sangat serasi dengan katalog lagu Booze & Glory yang sering mengangkat solidaritas suporter.

​Di luar hingar-bingar konser, Marek juga berbagi cerita personalnya selama tur di Indonesia. Ia mengaku telah jatuh cinta pada kuliner mi lokal. 

"Meskipun saya bukan penggemar nasi, saya sangat menyukai mi. Saya bisa memakannya untuk sarapan, makan siang, sampai makan malam," candanya.

​Marek juga sempat terkesan dengan demografi penonton di Indonesia yang jauh lebih muda dibandingkan di Eropa. 

"Di tempat kami rata-rata penonton berusia 60 tahun, di sini 20 tahun, jadi itu sangat menyenangkan," imbuhnya.

​Tur yang menjangkau kota-kota seperti Jakarta, Bandung, Sleman, Pekalongan, Cirebon, Purwokerto, Kediri, Surabaya, Lamongan, hingga Bali ini menjadi bukti nyata bahwa musik punk mampu menjadi jembatan diplomasi budaya yang melampaui batas geografis, mempertemukan kultur tribun sepak bola dengan skena street punk global. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow