Bocor Selang Regulator, Kebakaran Rumah dan Warung di Banyuwangi Telan Kerugian Ratusan Juta
Kebakaran hebat melanda sebuah rumah tinggal sekaligus tempat usaha (warung) di Jalan Raya Muncar, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi pada Selasa (7/7/2026) dini hari.
BANYUWANGI - Kebakaran hebat melanda sebuah rumah tinggal sekaligus tempat usaha (warung) di Jalan Raya Muncar, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi pada Selasa (7/7/2026) dini hari. Insiden yang diduga akibat kebocoran selang regulator tabung gas LPG ini mengakibatkan kerugian material yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi mencatat, nasib malang ini menimpa Sayati. Perempuan berusia 60 tahun itu merupakan pemilik rumah sekaligus warung yang bangunannya kini ludes dilalap api.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Kepala Damkarmat Banyuwangi, Ir. Edy Supriyono, M.M., melalui Humas Muammar Kadhafi menjelaskan bahwa kebakaran bermula saat pemilik rumah sedang memasak di warungnya sekira pukul 00.00 WIB. Korban saat itu menggunakan kompor gas LPG di warung yang terletak tepat di depan rumah tinggalnya.
"Saat proses memasak berlangsung, api tiba-tiba membesar dan tidak dapat dikendalikan," jelasnya.
Panik melihat api membesar, korban langsung berteriak meminta tolong. Warga sekitar sempat berupaya memadamkan api secara gotong-royong dengan alat seadanya. Sayang, banyaknya material yang mudah terbakar di dalam warung membuat amukan si jago merah justru makin tak terkendali.
"Hingga akhirnya seorang warga melapor kepada Call Center Damkarmat Banyuwangi sekira pukul 00.09 WIB, meminta pertolongan," ucap Kadhafi.
Mendapat laporan tersebut, masih kata Kadhafi, operator komunikasi Damkarmat Banyuwangi langsung mengerahkan petugas piket dari Sektor Srono dan Sektor Genteng. Dengan menempuh jarak sekitar 9,7 Kilometer (Km), armada pemadam tiba di lokasi dan langsung melakukan tindakan lokalisir api menggunakan unit Supply dari Sektor Srono dan Genteng.
Petugas melakukan penyemprotan secara intensif di sisi-sisi bangunan guna mencegah api merambat ke pemukiman sekitar. Setelah api utama berhasil dikendalikan, petugas melakukan overhaul atau penguraian bara api di dalam bangunan.
Api akhirnya dinyatakan padam sepenuhnya setelah penanganan selama hampir 1,5 jam, tepatnya pada pukul 01.45 WIB, yang dilanjutkan dengan proses pendinginan hingga pukul 02.00 WIB.
Berdasarkan hasil investigasi awal, Kadhafi mengungkap, petaka ini diduga kuat dipicu oleh kebocoran pada selang regulator kompor gas LPG saat korban sedang memasak. Kebocoran tersebut menyemburkan api yang langsung menyambar material mudah terbakar di dalam warung.
"Akibatnya, dalam sekejap amukan si jago merah menghanguskan seluruh bangunan warung, sebelum akhirnya merembet dan melumat rumah tinggal yang berada tepat di belakangnya," ungkapnya.
Meskipun tidak korban jiwa dalam peristiwa ini, lanjut Kadhafi, namun pemilik harus menanggung kerugian yang ditaksir mencapai, Rp175.000.000.
Berkaca dari musibah ini, Damkarmat Banyuwangi mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan rutin mengecek kelayakan selang serta regulator gas secara berkala. Selain itu, Damkarmat juga menekankan pentingnya memperluas edukasi dan wawasan mengenai teknik pemadaman api dini, agar masyarakat tidak panik dan mampu melakukan penanganan awal saat terjadi situasi darurat.
"Jika memang tidak dapat tentang teknik pemadaman api dini, langsung segera melaporkan kejadian kepada kami, supaya mencegah kebarakan lebih besar," tutur Kadhafi. (*)
Pewarta :Anggara Cahya
Apa Reaksi Anda?