BNPB Imbau Warga Jawa Timur Waspada Cuaca Ekstrem dan Mitigasi Mandiri
BNPB mengingatkan masyarakat Jawa Timur untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Simak langkah mitigasi mandiri dan arahan BNPB untuk meminimalisasi risiko bencana.
SURABAYA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat untuk memperkuat kesiapsiagaan dan langkah mitigasi mandiri di tengah potensi cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan melanda sejumlah wilayah Indonesia, terutama Jawa Timur.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menegaskan pentingnya kewaspadaan ini merefleksikan insiden banjir bandang di Kota Pasuruan serta angin kencang yang merusak rumah warga di Kabupaten Ngawi, baru-baru ini.
"BNPB mengimbau masyarakat untuk menjauhi pohon besar, papan reklame, atau struktur bangunan yang rapuh saat terjadi angin kencang guna menghindari risiko tertimpa material yang roboh," ujar Abdul Muhari dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (24/4).
Ia menjelaskan bahwa warga yang tinggal di kawasan rawan bencana hidrometeorologi basah harus memahami jalur evakuasi yang aman. Masyarakat diminta tidak ragu melakukan evakuasi mandiri jika terjadi hujan lebat dengan durasi yang lama.
Sebagai langkah deteksi dini, BNPB meminta warga di sepanjang bantaran sungai untuk memantau tinggi muka air secara rutin guna mengantisipasi luapan air yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
"Kami juga mendorong masyarakat untuk terus memperbarui informasi cuaca dari lembaga resmi seperti BMKG agar setiap langkah antisipasi bisa dilakukan lebih awal dan tepat sasaran," tambahnya.
Selain peran aktif warga, Abdul menekankan bahwa pemerintah daerah memegang peran krusial dalam memastikan sistem peringatan dini berfungsi optimal dan memberikan arahan jelas kepada penduduk di titik-titik rawan.
Menurutnya, kewaspadaan adalah kunci utama. Dengan mengenali potensi bahaya di lingkungan sekitar, risiko korban jiwa maupun kerugian materiel akibat bencana dapat diminimalisasi.
Dampak Cuaca Ekstrem di Ngawi dan Pasuruan
Berdasarkan laporan BNPB, Kabupaten Ngawi dilanda cuaca ekstrem pada Rabu (22/4) sore pukul 14.50 WIB. Hujan deras yang disertai angin kencang mengakibatkan kerusakan atap pada tujuh rumah warga di Desa Semen, Kecamatan Paron.
Sehari sebelumnya, Kota Pasuruan turut terdampak cuaca buruk. Sebanyak 100 Kepala Keluarga (KK) terdampak banjir akibat meluapnya Sungai Welang setelah wilayah tersebut diguyur hujan lebat.
Saat ini, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Ngawi dan Kota Pasuruan telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan kaji cepat dampak bencana, mendata kebutuhan pokok warga, serta memitigasi potensi bencana susulan. (*)
Apa Reaksi Anda?