BBM Non Subsidi Naik Signifikan, Operasional Kendaraan Plat Merah di Bondowoso Meningkat

Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi resmi berlaku sejak Sabtu, 18 April 2026.

April 21, 2026 - 11:32
BBM Non Subsidi Naik Signifikan, Operasional Kendaraan Plat Merah di Bondowoso Meningkat

BONDOWOSO - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi resmi berlaku sejak Sabtu, 18 April 2026. Lonjakan harga cukup signifikan terjadi pada sejumlah jenis BBM, seperti Pertamax Turbo yang kini dibanderol Rp19.400 per liter dari sebelumnya Rp13.900. Sementara itu, Dexlite naik menjadi Rp23.600 dan Pertamina Dex mencapai Rp23.900 per liter.

Di Kabupaten Bondowoso, kenaikan ini belum berdampak besar terhadap penjualan di SPBU. Pasalnya, konsumsi BBM non-subsidi seperti Pertamax Turbo dan Dexlite memang tergolong terbatas sejak awal.

Pengawas SPBU Kembang, Adista Prabudi menyebutkan, perubahan harga tidak mengubah pola pembelian secara signifikan. Hal itu karena segmen pengguna BBM jenis tersebut relatif kecil.

“Tidak berpengaruh besar karena pembelinya memang sedikit, kami hanya menyediakan stok saja,” katanya.

Ia menjelaskan, dalam satu hari SPBU hanya menyiapkan sekitar 100 hingga 200 liter Pertamax Turbo dan sekitar 450 liter Dexlite.

Hal serupa disampaikan Manajer SPBU Tamansari, Jagir. Menurutnya, permintaan BBM non-subsidi tersebut memang tidak tinggi.

Namun kata dia, dengan kenaikan harga yang cukup tajam, pihaknya memperkirakan akan terjadi peralihan konsumsi.

“Prediksi kami, dengan kenaikan ini banyak yang akan beralih ke Pertamax,” katanya.

Meski tidak terlalu berdampak di tingkat SPBU, kenaikan harga BBM mulai dirasakan oleh sektor pemerintahan dan pelaku usaha. Salah satu instansi yang terdampak adalah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bondowoso.

Kepala DLH Bondowoso, Henry Kurniawan mengungkapkan, pihaknya mengoperasikan delapan armada pengangkut sampah yang diwajibkan menggunakan BBM non-subsidi setiap hari. 

Kondisi ini kata dia, membuat biaya operasional ikut terdongkrak. “Dampak utama terasa pada efisiensi anggaran operasional,” ujarnya.

Untuk menyiasati hal tersebut, DLH akan melakukan berbagai langkah optimalisasi, seperti mengatur ulang rute pengangkutan agar lebih efisien serta memastikan kondisi armada tetap prima guna menekan konsumsi BBM.

Sementara itu, Kepala Bagian Umum Pemkab Bondowoso, Sofie Adie Kurniawati menyebut kenaikan harga yang hampir mencapai 50 persen turut memengaruhi perencanaan anggaran BBM di lingkungan pemerintah daerah.

Menurutnya, anggaran yang sebelumnya diproyeksikan cukup untuk dua bulan, kini diperkirakan hanya mampu bertahan sekitar satu hingga satu setengah bulan. 

Hal ini lanjut dia, karena seluruh kendaraan dinas diwajibkan menggunakan BBM non-subsidi. “Semua kendaraan pelat merah wajib menggunakan BBM non-subsidi,” jelasnya.

Sebagai langkah sementara, pemerintah daerah mulai menerapkan kebijakan efisiensi, seperti penggunaan sepeda untuk mobilitas jarak dekat serta penerapan Work From Home (WFH) di beberapa kesempatan.

“Pak Sekda sekarang kan naik sepeda pancal. Terus ada WFH juga,” pungkasnya saat dikonfirmasi, Selasa (21/4/2026).  (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow