Baznas Distribusikan 2.400 Paket Pakaian Baru untuk Pengungsi di Gaza
Baznas RI menyalurkan 2.400 paket pakaian baru untuk pengungsi di Al Zahraa dan Palestine Camp, Gaza. Baznas memastikan proses penyaluran tetap kondusif.
JAKARTA Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina. Kali ini, sebanyak 2.400 paket pakaian baru dikirimkan untuk para pengungsi di dua titik strategis, yakni Al Zahraa Camp dan Palestine Camp yang berlokasi di pusat Kota Gaza.
Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, mengungkapkan bahwa bantuan ini merupakan hasil kolektif dari berbagai elemen masyarakat Indonesia. Program ini juga melibatkan kolaborasi erat dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI), MIRA, LAZ Muhajir, serta mitra strategis lainnya.
"Kami terus berupaya memastikan bantuan dari para muzaki sampai ke tangan mereka yang paling membutuhkan," ujar Saidah dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa.
Prioritas untuk Lansia dan Anak-anak
Distribusi pakaian ini difokuskan di Al Zahraa dan Palestine Camp sebagai upaya nyata memberikan kenyamanan serta menjaga martabat warga Gaza yang telah kehilangan harta benda akibat konflik. Bantuan tersebut diprioritaskan bagi kelompok yang paling rentan, khususnya lansia dan anak-anak.
Melalui kerja sama dengan mitra lokal, Baznas memastikan proses penyaluran tetap kondusif dan tepat sasaran meski berada di tengah situasi yang penuh tantangan. Saidah menegaskan bahwa komitmen Baznas untuk Palestina akan terus berlanjut melampaui bantuan sandang.
Pesan Solidaritas Bangsa
Saidah juga mengajak seluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk tetap konsisten memberikan dukungan, baik dalam bentuk doa maupun donasi, guna membantu pemulihan kemanusiaan di Palestina.
"Bantuan ini bukan sekadar angka 2.400 paket pakaian, melainkan pesan solidaritas bahwa Palestina tidak sendirian. Baznas akan terus mengawal amanah rakyat Indonesia dalam program kemanusiaan berkelanjutan, baik dalam bentuk pangan, sandang, maupun pelayanan kesehatan di masa mendatang," tegas Saidah Sakwan. (*)
Apa Reaksi Anda?