Bangun Harapan Pendidikan Anak Desa, KSM-N 55 UNISMA Dirikan Rumah Belajar Gratis di Dusun Gudang

Upaya meningkatkan kualitas pendidikan anak di pedesaan terus dilakukan oleh mahasiswa Kandidat Sarjana Mengabdi-Nusantara Kelompok 55 (KSM-N 55 UNISMA).

Maret 3, 2026 - 12:30
Bangun Harapan Pendidikan Anak Desa, KSM-N 55 UNISMA Dirikan Rumah Belajar Gratis di Dusun Gudang

MALANG Upaya meningkatkan kualitas pendidikan anak di pedesaan terus dilakukan oleh mahasiswa Kandidat Sarjana Mengabdi-Nusantara Kelompok 55 (KSM-N 55 UNISMA). Melalui program pengabdian masyarakat, mahasiswa KSM-N 55 UNISMA mendirikan Rumah Belajar Gratis di Dusun Gudang, Desa Tlogosari, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, di mulai pada Senin (07/02/2026).

Program ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan akses bimbingan belajar tambahan bagi anak-anak desa, terutama bagi siswa sekolah dasar dan menengah pertama. Rumah Belajar ini hadir sebagai ruang alternatif yang nyaman, edukatif, dan gratis untuk membantu anak-anak memahami pelajaran sekolah, mengerjakan tugas, serta meningkatkan motivasi belajar.

Kegiatan Rumah Belajar tersebut tidak diawali dengan seremoni peresmian, melainkan langsung dilaksanakan pada sore hari setelah mahasiswa KSM-N 55 UNISMA mengadakan edukasi manfaat susu sapi di Dusun Gudang. Setelah kegiatan sosialisasi selesai, mahasiswa memanfaatkan momentum berkumpulnya anak-anak untuk mengajak mereka mengikuti sesi belajar bersama secara gratis.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI https://unisma.ac.id/

Sekretaris KSM-N 55 UNISMA, Fuada Suudiyah, menjelaskan bahwa inisiatif ini muncul secara spontan sebagai bentuk kepedulian terhadap pendidikan anak desa. “Melihat antusiasme anak-anak saat kegiatan siang tadi, kami berinisiatif langsung membuka sesi belajar sore ini. Harapannya, Rumah Belajar ini bisa menjadi wadah berkelanjutan untuk mendampingi mereka,” ujarnya.

Suasana belajar berlangsung sederhana namun penuh semangat. Anak-anak duduk bersama, membuka buku pelajaran, dan didampingi mahasiswa dalam memahami materi sekolah serta mengerjakan tugas.

Rumah Belajar ini dilaksanakan secara rutin setiap sore dengan sistem pendampingan langsung oleh mahasiswa KSM. Materi yang diberikan meliputi bimbingan membaca, berhitung, pendampingan pekerjaan rumah (PR), serta penguatan literasi dan numerasi. Suasana belajar dibuat santai namun tetap kondusif agar anak-anak merasa nyaman dan tidak tertekan.

Salah satu orang tua siswa, Sulastri, mengungkapkan rasa syukurnya atas program tersebut. “Kami sangat terbantu. Anak-anak sekarang punya tempat belajar yang baik dan ada yang membimbing. Semoga kegiatan ini membawa manfaat besar untuk masa depan mereka,” tuturnya.

Antusiasme juga terlihat dari para peserta didik. Rina, siswi kelas 3, mengaku senang mengikuti kegiatan Rumah Belajar. “Kalau di sini belajarnya seru, kakak-kakaknya sabar menjelaskan. Saya jadi lebih paham pelajaran matematika,” katanya dengan wajah ceria.

Selain memberikan pendampingan akademik, mahasiswa KSM-N 55 UNISMA juga menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan kerja sama. Anak-anak diajak untuk berani bertanya, berdiskusi, dan saling membantu teman yang mengalami kesulitan belajar.

Mahasiswa KSM lainnya, Nia Lutfatun Nisak, menyampaikan inisiatif baik mahasiswa KSM 55. “Program Rumah Belajar ini merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Kami berharap program ini dapat memberikan dampak berkelanjutan dan menginspirasi pihak lain untuk turut peduli terhadap pendidikan anak desa,” ungkapnya.

Melalui pendirian Rumah Belajar Gratis ini, KSM-N 55 UNISMA tidak hanya membangun ruang fisik, tetapi juga membangun harapan baru bagi anak-anak Dusun Gudang. Harapannya, langkah kecil ini mampu menjadi fondasi bagi lahirnya generasi desa yang cerdas, berakhlak, dan siap bersaing di masa depan. (*)

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI https://unisma.ac.id/

*)Pewarta: Ismaturrochimah Azza Fatin, Mahasiswa KSM-N Kelompok 55 UNISMA

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow