Bahas Kemerdekaan Palestina dan Perdamaian Global, Ketum AHY Minta Semua Bersatu dan Memiliki Daya Saing
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengapresiasi kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam menjaga perdamaian dunia termasuk Kemerdekaan Palestina.
JAKARTA Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengapresiasi kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam menjaga perdamaian dunia termasuk Kemerdekaan Palestina.
“Kami sungguh sangat mengapresiasi segala ikhtiar Bapak Presiden yang tentu dibantu Bapak Menlu dan tim untuk terus mencari solusi yang terbaik bagi terciptanya perdamaian dan ketertiban dunia khususnya dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina,” ucap Ketum AHY saat buka bersama Partai Demokrat di Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Ketum AHY mengatakan, pemerintah Indonesia sudah membahas berbagai skenario terkait peristiwa internasional yang terjadi saat ini yang nantinya akan berdampak langsung maupun tidak langsung terhadap Indonesia.
“Bapak Presiden Prabowo Subianto yang telah menggelar pertemuan di Istana Merdeka tadi malam sampai larut untuk secara serius membahas berbagai kemungkinan skenario terburuk dan tentunya berbagai dampak terhadap kawasan kita,” kata AHY.
Ia juga mengingatkan untuk segera mengambil langkah mitigasi atas segala risiko yang datang khususnya bidang ekonomi, ketahanan energi dan pangan akibat dari perang yang terjadi saat ini termasuk mendorong hadirnya dialog dalam dalam penyelesaian secara damai atas peristiwa internasional ini.
“Tentu ini bukanlah sesuatu yang mudah. Saya rasa juga bukan sesuatu yang tidak mungkin. Tuhan selalu menyiapkan jalan bagi siapapun yang berikhtiar secara sungguh-sungguh. Oleh karena itu kami percaya tidak ada konflik yang tidak dapat diselesaikan dengan komunikasi dan tentunya dengan itikad yang baik,” sebut AHY.
Menurutnya dalam menyikapi berbagai tantangan global seperti pemanasan global dan krisis iklim, pertumbuhan populasi manusia di dunia, arus urbanisasi yang begitu cepat, disrupsi teknologi dan ketimpangan sosial, ekonomi, antar kawasan dan wilayah diperlukan kesatuan dan persatuan dalam menghadapi tantangan tersebut.
“Kita harus membangun daya tahan bangsa untuk menghadapi disrupsi abad ke-21 tapi tidak cukup hanya daya tahan, kita harus punya daya saing untuk bisa melompat mewujudkan Indonesia yang maju dan sejahtera, kita harus punya daya saing yang tinggi,” tegasnya.
“Semoga melalui doa-doa kita dibulan suci yang penuh berkah ini, Allah SWT akan melembutkan hati para pemimpin dunia, meredakan konflik dan menggantikan permusuhan dengan persatuan. Mari kita terus damai, bersatu, maju bersama untuk Indonesia, untuk dunia kini,” tandasnya.
Apa Reaksi Anda?