AS Serang Iran di Tengah Gencatan Senjata, China Desak Semua Pihak Menahan Diri

Ketegangan AS-Iran kembali memanas setelah militer AS melancarkan serangan di Bandar Abbas saat gencatan senjata. China desak semua pihak hormati komitmen damai.

Mei 26, 2026 - 22:31
AS Serang Iran di Tengah Gencatan Senjata, China Desak Semua Pihak Menahan Diri

CHINA - Pemerintah China mendesak Amerika Serikat (AS), Iran, serta pihak-pihak terkait lainnya untuk tetap menghormati komitmen gencatan senjata. Desakan ini muncul setelah militer AS kembali melancarkan serangan udara di wilayah Iran selatan pada Senin (25/5).

"Kami mendesak pihak-pihak terkait untuk menghormati komitmen gencatan senjata, menyelesaikan perselisihan dengan cara damai, dan terus berupaya mencari solusi yang mengakomodasi kekhawatiran sah semua pihak melalui dialog dan negosiasi sehingga perdamaian dapat kembali ke Timur Tengah dan kawasan Teluk sesegera mungkin," ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, dalam konferensi pers di Beijing, Selasa (26/5/2026).

Sebelumnya pada Senin, AS mengonfirmasi telah melancarkan serangan yang diklaim sebagai aksi “membela diri” di Iran selatan. Serangan tersebut menargetkan peluncur rudal dan kapal yang diduga tengah memasang ranjau laut.

Juru Bicara Komando Pusat AS (CENTCOM), Kapten Tim Hawkins, menjelaskan kepada media bahwa target operasi tersebut mencakup lokasi peluncuran rudal dan kapal Iran yang terdeteksi sedang berupaya menempatkan ranjau.

“Komando Pusat AS terus melindungi pasukan kami sambil tetap menahan diri selama gencatan senjata berlangsung,” kata Hawkins.

Mao Ning menambahkan bahwa sejak pecahnya perang antara AS-Israel dengan Iran, Beijing terus menjaga komunikasi erat dengan seluruh pihak terlibat, termasuk Teheran, untuk mengupayakan perdamaian.

"Sejat pecahnya perang AS-Israel dengan Iran, China telah menjaga komunikasi yang erat dengan semua pihak terkait, termasuk Iran, dan telah melakukan upaya aktif untuk mempromosikan gencatan senjata dan perdamaian," tambah Mao Ning.

Terkait dengan isu nuklir Iran, Mao Ning menegaskan bahwa China secara konsisten mendukung penyelesaian politik dan diplomatik guna menjaga rezim nonproliferasi nuklir internasional.

"Kami berharap pihak-pihak terkait akan memanfaatkan kesempatan ini dan menemukan solusi yang mengakomodasi kekhawatiran sah semua pihak melalui negosiasi," ungkapnya.

Rentetan Ledakan di Bandar Abbas dan Reaksi Keras Iran

Berdasarkan laporan Fox News yang mengutip sejumlah sumber, jet tempur militer AS dilaporkan telah menghancurkan dua kapal Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) serta satu sistem rudal permukaan-ke-udara (surface-to-air missile) di kota pelabuhan Bandar Abbas, Iran.

Media lokal Iran turut mengonfirmasi adanya suara ledakan keras di kota pelabuhan tersebut, serta di wilayah sekitarnya seperti Sirik dan Jask yang menghadap ke pesisir Teluk. Kantor berita semi-resmi Iran, Fars, melaporkan bahwa warga di Bandar Abbas mendengar beberapa ledakan berturut-turut, meski lokasi pastinya belum diverifikasi secara resmi.

Merespons serangan tersebut, Juru Bicara Senior Angkatan Bersenjata Iran, Abolfazl Shekarchi, mengeluarkan peringatan keras. Ia menegaskan bahwa setiap agresi lanjutan dari AS maupun Israel akan memicu pembalasan yang jauh lebih mematikan.

"Jika kawasan memasuki babak perang baru, respons Iran akan melampaui kawasan dan berlangsung jauh lebih keras serta lebih kuat," tegas Shekarchi dalam pernyataannya yang dikutip Fars, Selasa (26/5).

Pada hari yang sama, pihak IRGC mengklaim telah mengaktifkan sistem pertahanan udara mereka. Mereka menyatakan berhasil menembak jatuh pesawat nirawak (drone) MQ-9 milik AS, serta memaksa jet tempur F-35 dan drone RQ-4 mundur dari wilayah udara Iran.

Eskalasi bersenjata ini kembali memanas di tengah upaya mediasi internasional yang dipimpin oleh Pakistan. Konflik terbuka ini awalnya meletus pascaserangan AS-Israel ke Iran pada 28 Februari lalu yang kemudian dibalas oleh Teheran. Sebenarnya, kesepakatan gencatan senjata telah berlaku sejak 8 April dan sempat diperpanjang tanpa batas waktu oleh Presiden AS Donald Trump sebelum insiden Senin kemarin terjadi. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow