AS dan Sekutu Imbau Warganya Tinggalkan Israel dan Iran, Ketegangan Nuklir Meningkat
AS dan sejumlah negara Eropa mengimbau warganya meninggalkan Israel dan Iran di tengah meningkatnya ketegangan nuklir. Trump dan Menlu Iran Abbas Araghchi sama-sama memberi sinyal keras dalam negosias
JAKARTA Amerika Serikat dan sejumlah sekutunya di Eropa mulai menyerukan agar staf non-darurat di kedutaan serta warga negaranya segera meninggalkan Israel, Iran, dan Lebanon menyusul meningkatnya ketidakstabilan keamanan di Timur Tengah. Risiko eskalasi dinilai tinggi, bahkan terdapat kemungkinan wilayah udara untuk penerbangan sipil ditutup sewaktu-waktu.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, Jumat menyatakan ketidaksenangannya terhadap pendekatan diplomasi Iran dalam pembicaraan nuklir. Meski demikian, ia masih membuka ruang untuk putaran negosiasi lanjutan.
“Saya tidak senang dengan kenyataan bahwa mereka tidak bersedia memberi kami seperti yang kami maui. Kami tidak sepenuhnya senang dengan cara mereka bernegosiasi. Mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir,” ujar Trump kepada wartawan saat meninggalkan Gedung Putih.
Sementara itu, dalam wawancara dengan kantor berita Iran Islamic Republic News Agency (IRNA), Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa putaran ketiga pembicaraan tidak langsung dengan AS di Jenewa menunjukkan adanya pemahaman terhadap sebagian besar elemen potensial kesepakatan.
Menurut Araghchi, negosiasi kini memasuki fase yang lebih serius dan mendalam. Ia menyebut sebagian besar elemen telah disepakati, namun pembahasan teknis masih diperlukan, termasuk pertemuan para ahli dengan International Atomic Energy Agency (IAEA).
“AS harus memilih antara jalan dialog atau jalan konfrontasi dan ketegangan. Masalah nuklir Iran tidak bisa diselesaikan melalui tindakan militer,” tegasnya.
Di sisi lain, Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee, mengirimkan email kepada staf kedutaan dan keluarga mereka agar segera meninggalkan Israel jika ingin pergi.
“Prioritas utama adalah segera meninggalkan negara itu. Tidak perlu panik,” tulis Huckabee.
Kedutaan Besar AS di Jerusalem juga menyatakan telah mengizinkan keberangkatan sebagian personel dan keluarga mereka karena risiko keselamatan, serta memperingatkan kemungkinan pembatasan perjalanan di wilayah tertentu, termasuk Kota Tua Yerusalem dan Tepi Barat.
Sejumlah negara Eropa turut mengeluarkan peringatan perjalanan. Inggris menarik sementara staf kedutaannya dari Iran dan memindahkan sebagian staf diplomatiknya di Tel Aviv ke lokasi lain. Prancis, Jerman, Italia, Polandia, hingga China juga mengimbau warganya menghindari perjalanan yang tidak penting ke Israel dan Tepi Barat.
Kementerian Luar Negeri Italia bahkan secara khusus mendesak warganya meninggalkan Iran serta meningkatkan kewaspadaan di seluruh kawasan Timur Tengah, termasuk Irak dan Lebanon.
Peringatan tersebut muncul di tengah ketidakpastian apakah AS akan mengambil langkah militer terhadap Iran. Situasi keamanan yang dinilai sangat dinamis membuat berbagai negara memilih langkah antisipatif untuk melindungi warganya. (*)
Apa Reaksi Anda?