Arus Mudik Mulai Terasa, Penumpang Bus di Terminal Bondowoso Naik 30 Persen

Aktivitas mudik Lebaran mulai tampak di Terminal Bondowoso. Sejak H-7 Idul Fitri 1447 Hijriah, jumlah penumpang bus dilaporkan meningkat sekitar 30 persen

Maret 15, 2026 - 17:30
Arus Mudik Mulai Terasa, Penumpang Bus di Terminal Bondowoso Naik 30 Persen

BONDOWOSO Aktivitas mudik Lebaran mulai tampak di Terminal Bondowoso. Sejak H-7 Idul Fitri 1447 Hijriah, jumlah penumpang bus dilaporkan meningkat sekitar 30 persen dibandingkan hari-hari biasa.

Lonjakan penumpang tersebut terutama terjadi pada rute perjalanan jarak jauh, seperti Bondowoso menuju Surabaya dan Madura, yang mulai dipadati pemudik sejak beberapa hari terakhir.

Kasatgas Regu B Terminal Bondowoso, Iswadi mengatakan, peningkatan penumpang tidak hanya terjadi pada warga yang berangkat dari Bondowoso, tetapi juga pada penumpang yang datang dari luar daerah.

“Sejak H-7 sudah mulai terlihat kenaikan penumpang sekitar 30 persen dibandingkan hari normal. Peningkatan paling terasa pada trayek jarak jauh seperti Surabaya dan Madura, termasuk penumpang yang datang ke Bondowoso,” kata Iswadi, Minggu (15/3/2026).

Menurutnya, kondisi berbeda justru terjadi pada jalur perjalanan jarak pendek. Untuk rute lokal seperti Jember–Bondowoso–Situbondo, jumlah penumpang masih relatif stabil karena mayoritas digunakan masyarakat sekitar untuk aktivitas harian.

“Kalau untuk trayek pendek masih cenderung normal, karena penumpangnya kebanyakan warga lokal,” jelasnya.

Dari sisi layanan, pihak terminal memastikan jumlah armada bus yang beroperasi masih mampu memenuhi kebutuhan penumpang. 

Untuk trayek jarak jauh, tercatat sekitar 15 unit bus beroperasi setiap hari dengan jadwal keberangkatan mulai pukul 03.00 hingga 18.30 WIB.

Armada yang melayani rute tersebut di antaranya bus AKAS dengan fasilitas ekonomi berpendingin udara.

Sementara itu, untuk jalur jarak pendek seperti Jember–Bondowoso–Situbondo tersedia sekitar 10 armada yang beroperasi, ditambah sekitar 12 bus lain yang secara rutin melayani rute tersebut.

Iswadi menegaskan hingga saat ini belum ada penambahan armada karena kapasitas yang ada masih mencukupi untuk mengangkut penumpang.

“Sejauh ini armada masih memadai. Namun jika nanti terjadi lonjakan penumpang yang cukup tinggi, tentu akan kami antisipasi dengan langkah darurat termasuk kemungkinan penambahan armada,” pungkasnya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow