Ratusan Orang Ikuti Mudik Gratis dari Pelabuhan Jangkar Situbondo ke Raas dan Sepudi

Suasana Pelabuhan Jangkar Situbondo tampak lebih ramai dari biasanya pada Minggu

Maret 15, 2026 - 20:30
Ratusan Orang Ikuti Mudik Gratis dari Pelabuhan Jangkar Situbondo ke Raas dan Sepudi

SITUBONDO Suasana Pelabuhan Jangkar Situbondo tampak lebih ramai dari biasanya pada Minggu (15/3/2026).

Ratusan warga berkumpul dengan wajah sumringah sambil membawa barang bawaan, bersiap menyeberang menuju kampung halaman di kepulauan Madura.

Hari itu mereka mengikuti program mudik gratis jalur laut dengan rute Jangkar–Raas dan Jangkar–Sepudi yang dilepas langsung Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo.

Bagi banyak warga kepulauan, layanan ini menjadi harapan agar perjalanan pulang kampung dapat dilakukan dengan lebih aman dan nyaman.

Khofifah mengatakan, program ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang hendak pulang ke kampung halaman saat Lebaran.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan delapan perjalanan kapal khusus untuk arus mudik menuju Pulau Raas dan Pulau Sepudi.

“Untuk mudik gratis rute Raas dan Sepudi ada delapan trip. Itu khusus untuk arus mudik saja,” ujar Khofifah saat melepas keberangkatan kapal di pelabuhan Jangkar.

Khofifah menambahkan, perhatian terhadap masyarakat yang menggunakan transportasi laut menjadi hal penting, terutama bagi warga kepulauan yang menggantungkan mobilitas pada jalur penyeberangan.

Pemerintah provinsi pun menyiapkan jadwal arus balik agar perjalanan pemudik tetap terlayani.

“Untuk arus baliknya disiapkan pada 26 Maret, 4 April, dan 6 April 2026. Kapal disiapkan untuk memberikan akses transportasi berbasis laut,” katanya.

Menurut Khofifah, secara keseluruhan terdapat sekitar 20 titik pemberangkatan mudik gratis di Jawa Timur. Program ini menjadi bagian dari upaya memudahkan masyarakat yang hendak pulang kampung tanpa harus terbebani biaya transportasi.

Dia menjelaskan, pemudik asal Jawa Timur yang berangkat dari Jakarta dijadwalkan dilepas pada 18 Maret. Sementara itu, pemberangkatan dari 20 titik di Jawa Timur dilakukan sehari setelahnya.

Sementara Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, mengatakan bahwa aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Jangkar, setiap musim mudik bisa mencapai sekitar 30.000 orang dalam rentang H-10 hingga H+10 Lebaran.

Jumlah itu dinilai menyimpan potensi ekonomi yang besar bagi Situbondo. “Kalau 30 ribu orang itu stay di sini, tentu harus ada hotel yang memadai, pasar yang memadai, juga tempat-tempat untuk bersantai,” kata Rio.

Rio membayangkan kawasan pelabuhan suatu saat dapat dilengkapi ruang publik seperti taman laut atau siring laut, sehingga masyarakat maupun wisatawan dapat menikmati suasana pesisir sambil menunggu jadwal penyeberangan.

“Cita-cita saya sebelum selesai menjadi bupati, kawasan Jangkar ini bisa kita tata, ada semacam taman laut atau siring laut supaya orang bisa menikmati keindahan pelabuhan,” ujarnya.

Rio berharap keberadaan program mudik gratis dapat memberi manfaat ganda. Selain memudahkan masyarakat untuk pulang kampung, aktivitas ribuan penumpang di pelabuhan juga dapat menggerakkan ekonomi lokal.

Namun, dia juga menekankan bahwa ketertiban dan keselamatan perjalanan tetap harus menjadi perhatian bersama. 

“Saya sering mengingatkan kepada masyarakat agar mengutamakan ketertiban dan keselamatan perjalanan. Itu tanggung jawab kita bersama,” tutur Rio.

Bagi para pemudik yang pagi itu bersiap menyeberang, perjalanan menuju kampung halaman bukan sekadar perpindahan jarak. Tetapi juga membawa harapan untuk merayakan Lebaran bersama keluarga, setelah berbulan-bulan terpisah oleh laut. (*)

Pewarta: Fathullah Uday

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow