Antisipasi Krisis Pangan, Bimtek Bahas Pentingnya Penerapan Smart Farming di Jombang

Antisipasi Krisis Pangan, Bimtek Bahas Pentingnya Penerapan Smart Farming di Jombang ... ...

April 14, 2023 - 20:50
Antisipasi Krisis Pangan, Bimtek Bahas Pentingnya Penerapan Smart Farming di Jombang

TIMESINDONESIA, JOMBANG – Menteri Pertanian (Mentan) RI, Syahrul Yasin Limpo mengajak petani muda untuk menerapkan teknologi smart farming dalam pengembangan budi daya pertanian. Menurutnya, pertanian berbasis teknologi akan mempermudah proses budi daya karena lebih efisien dan modern sehingga mendorong akselerasi produksi petani.

"Smart farming adalah satu lompatan yang kita coba lakukan untuk tidak saja membiarkan pertanian itu berjalan apa adanya sama dengan yang kemarin. Tidak berarti yang kemarin jelek tetapi kita harus ada loncatan untuk naik kelas di masa pandemi ini,”

Pembangunan pertanian ke depan akan semakin mengandalkan para petani muda dengan teknologi digital, terutama sebagai strategi untuk memperkuat produksi dan distribusi. Agripreneur muda yang melek teknologi adalah potensi dan mitra strategis memecahkan kendala distribusi serta lemahnya akses pasar petani selama ini," ujar Syahrul.

Sementara itu Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi dalam berbagai kesempatan mengatakan bahwa sebagai modal utama kesuksesan petani serta wirausaha pertanian milenial harus profesional dengan memiliki kompetensi sesuai dengan profesi yang ditekuni, mempunyai pengetahuan, sikap, keterampilan, motivasi dan atribut lain yang diperlukan agar dapat berhasil dalam pekerjaannya.  

“Milenal harus mandiri, mengandalkan inisiatif, kemampuan dan tanggung jawab pada diri sendiri secara konsekuen dan menghindari dari sikap ketergantungan pada orang lain apalagi mengharapkan bantuan semata. Kalian jangan mau kalah dengan petani yang senior, harus memiliki daya saing untuk menghadapi hambatan atau kemampuan untuk meraih kesuksesan," ujarnya.

Dedi juga mengingatkan, tak kalah penting wirausahawan harus mampu mengidentifikasi peluang bisnis serta merencanakan usaha pertanian yang menguntungkan, memiliki karakter yang tangguh dan berani mengambil risiko, baik dalam pasar domestik maupun ekspor.

Menidaklanjuti arahan tersebut Polbangtan Malang dengan mitra Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan menggelar Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Petani dan Penyuluh Pertanian di Kabupaten Jombang, Kamis (13/4/2023). 

Kegiatan Bimtek yang di hadiri oleh Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan Polbangtan Malang Andi Warnaen, Dinas Pertanian Kabupaten Jombang yang dalam hal ini diwakili oleh Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Wonosalam Addib Taufani juga para penyuluh dan petani berjumlah 100 orang yang sebagian besarnya adalah milenial.

Bimtek-Polbangtan-2.jpg

Bimtek yang bertemakan Pengembangan Smart Farming ini diusung untuk mendorong implementasi teknologi dalam antisipasi krisis pangan. Karena kondisi pertanian saat ini dihadapkan pada tantangan yang cukup besar yaitu perubahan iklim dan dampak pandemi Covid-19. 

Selain dampak perubahan iklim, pertanian juga dihadapkan pada tantangan lahan yang semakin sempit, jumlah penduduk semakin besar, sehingga mengharuskan penggunakan teknologi yang smart. Smart agriculture merupakan teknologi di era Industri 4.0 yang digadang-gadang dapat dijadikan model pengembangan pertanian modern. 

Pada kesempatan ini, Mindo Sianipar, anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan yang hadir secara online, menjelaskan bahwa penggunaan teknologi dalam bidang pertanian ini sangat penting untuk mendukung produksi dan produktivitas pertanian menjadi lebih baik. Salah satu teknologi tersebut adalah smart farming. 

Harapan Mindo dalam pelaksanaan bimtek ini petani lebih mengerti teknologi, sehingga beliau berpesan bahwa pemateri agar dapat menggunakan istilah-istilah yg mudah dalam penjelasan tentang smart farming sehingga mudah dimengerti dan dipahami oleh petani. “Pesan saya kepada pemateri, jangan sampai keluarkan kata-kata yang petani kurang pahami petani dalam penjelasan smart farming kepada petani," ujarnya saat membuka acara Bimtek ini. 

Andi Warnaen dalam sambutannya memberikan apresiasi terhadap tema yang diusung oleh panitia, mengingat Kabupaten Jombang potensi petani millenial dan banyak inovator yg sudah mengembangkan smart farming. 

“Merubah perilaku petani dalam berusaha tani dapat dibentuk melalui pemanfaatan teknologi, namun demikian komunikasi dalam diseminasi perlu dikembangkan agar saling memahami dari pelaku pertanian,” ujar Andi melanjutkan.

Teknologi smart farming merupakan teknologi pertanian yang banyak diminati oleh generasi muda saat ini. Target sasaran bimtek ini adalah kelompok penerima Pekarangan pangan lestari (P2L), Kelompok tani wilayah Kecamatan Jogoroto dan Kecamatan Ngoro, penangkar tanaman hias dan penyuluh pertanian yang nantinya dapat mendiseminasikan teknologi ini ke petani lainnya. 

Untuk menguatkan minat generasi muda Suhirmanto salah satu dosen Polbangtan Malang yang pada kegiatan ini bertindak sebagai pemateri menjelaskan bahwa teknologi saat ini sudah menjadi gaya hidup apalagi dalam pengembangan pertanian dalam menghadapi krisis pangan. Pengembangan teknologi ini juga harus dibarengi dengan penerapan konsep Sustainable Development Goals (SDGs), sehingga tujuan pembangunan pertanian berkelanjutan dapat terlaksana. 

“Ada empat hal penting dalam transformasi pertanian diantaranya yaitu benih, storage, pengairan dan hidroponik ramah lingkungan. Dalam implementasi ini diperlukan inovasi pertanian, peran teknologi informasi, dan antisipasi kendala yang dihadapi pada era 4.0,” tegas Suhirmanto. 

Tidak hanya sebatas konsep, pada bimtek ini panitia mendatangkan praktisi smart farming yaitu salah satu petani maju di Kecamatan Wonosalam yang langsung membawa petani dan penyuluh langsung ke lokasi lahan miliknya untuk menerapkan sistem smart farming. Langkah nyata ini diharapkan dapat menjadi contoh petani dalam usaha tani yg dikembangkan di lahannya masing-masing. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow