Antisipasi Gejolak Harga di Ramadan dan Jelang Idul Fitri, Galakkan OPM di 21 Titik 

Mengantisipasi adanya kenaikan harga pokok saat bulan puasa dan menjelang hari raya Idul Fitri, di pekan kedua Ramadan, Pemkot Kediri bersama TPID Kota Kediri menggalakk ...

April 4, 2023 - 07:30
Antisipasi Gejolak Harga di Ramadan dan Jelang Idul Fitri, Galakkan OPM di 21 Titik 

TIMESINDONESIA, KEDIRI – Mengantisipasi adanya kenaikan harga pokok saat bulan puasa dan menjelang hari raya Idul Fitri, di pekan kedua Ramadan, Pemkot Kediri bersama TPID Kota Kediri menggalakkan Operasi Pasar Murni (OPM). Mulai Senin (03/04/2023) sampai sekitar 10 hari kedepan, yakni (12/04/2023), OPM akan digelar di 21 titik kelurahan.  

OPM ini dikhususkan untuk masyarakat ber-KTP Kota Kediri. Warga  bisa membeli 4 komoditas bahan pangan dengan kuota yang sudah ditentukan.Dimana per orang bisa membeli satu pak beras premium dengan berat 5kg, minyak goreng 2 liter, gula pasir 2kg dan telur ayam 1 kg 

Untuk harga sendiri, untuk beras premium seharga Rp 56.000 per 5kg, Minyak goreng Rp 13.500 per liter, Telur Ayam ras 25.500 per kg dan Gula pasir Rp 10.500 per kg.  Kepala Disperdagin Kota Kediri Tanto Wijohari menuturkan, setiap harinya OPM dilaksanakan di 3 titik kelurahan yang mewakili masing-masing kecamatan.  

Untuk stok yang disediakan di setiap kelurahan sama yakni beras premium @5kg sebanyak 160 pak, minyak goreng sebanyak 336 liter, gula pasir sebanyak 400kg, dan telur ayam ras sebanyak 200kg. "Masyarakat harus tetap bijak saat berbelanja, tidak usah memborong dan harus sesuai kuota yang sudah kita tentukan,” jelasnya. 

Seperti tahun sebelumnya, OPM tahun ini juga mendapatkan animo yang luar biasa tinggi dari masyarakat. Sebelum jam pelayanan dibuka pukul 08.30 WIB, terlihat banyak masyarakat yang sudah berjejer dan mengantri untuk membeli komoditas bahan pokok.  Untuk hari ini OPM ada di Kelurahan Lirboyo, Kelurahan Pesantren dan Kelurahan Pocanan.

“Animo masyarakat sangat luar biasa, sebelum kita laksanakan secara reguler di kelurahan kita juga laksanakan OPM di Gua Selomangleng. Dalam waktu satu jam OPM kita gelar, komoditi yang disediakan sudah habis terjual,” tambah Tanto.

Warga sendiri merasa terbantu dengan kegiatan ini. Salah satu warga Yety Andriani menuturkan harga komoditas yang dijual di OPM jauh lebih murah dibanding harga di pasaran. 

“Kalau bisa kegiatan ini dilaksanakan secara berkelanjutan karena bisa meringankan kami sebagai masyarakat,” tuturnya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow