Angin Kencang Terjang Banyuwangi, 57 Rumah Rusak dan Akses Jalan Nasional Sempat Lumpuh

Angin kencang melanda Banyuwangi selama dua hari, merusak 57 rumah warga di Tegalsari dan menyebabkan pohon tumbang hingga menutup akses jalan nasional Banyuwangi–Jember.

Maret 5, 2026 - 14:31
Angin Kencang Terjang Banyuwangi, 57 Rumah Rusak dan Akses Jalan Nasional Sempat Lumpuh

BANYUWANGI Angin kencang menerjang sejumlah wilayah di Banyuwangi sejak Rabu (4/3/2026) hingga Kamis (5/3/2026). Akibat fenomena alam tersebut, puluhan rumah warga mengalami kerusakan serta pohon tumbang di berbagai titik, termasuk di akses jalan utama.

Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah Banyuwangi, Partana, menyampaikan bahwa dampak terparah terjadi di Kecamatan Tegalsari. Tiga desa terdampak yakni Desa Tegalsari, Desa Tegalrejo, dan Desa Dasri.

“Terjangan angin kencang menyebabkan 57 rumah warga di wilayah tersebut mengalami kerusakan, mulai dari kategori ringan hingga berat,” jelas Partana, Kamis (5/3/2026).

Hujan lebat yang disertai angin kencang juga mengganggu akses jalan akibat genangan air serta pohon tumbang.

“Hujan lebat disertai angin kencang juga menyebabkan pohon tumbang di Desa Tegalsari sampai menutup akses jalan,” terangnya.

Selain Kecamatan Tegalsari, angin kencang juga melanda Desa Tamansari, Kecamatan Licin. Peristiwa tersebut mengakibatkan dua rumah warga rusak dan satu rumah tergenang air akibat meningkatnya debit saluran pemukiman.

bibit-Siklon.jpgUpdate fenomena bibit Siklon 90s. (FOTO: BMKG)

“Hujan intensitas lebat yang mengguyur membuat debit air di saluran pemukiman naik,” papar Partana.

Di lokasi lain, pohon tumbang juga dilaporkan terjadi di Desa Jelun Barat hingga menimpa kabel telekomunikasi. Pohon tumbang turut terjadi di ruas jalan Desa Karangbendo, termasuk akses menuju Bandara Blimbingsari.

Kejadian serupa juga terjadi di Kelurahan Karangrejo, Desa Genteng Wetan, hingga area parkir RSUD Genteng yang mengakibatkan sebuah kendaraan tertimpa pohon.

Terbaru, pohon besar jenis trembesi tumbang dan menutup total akses jalan nasional Banyuwangi–Jember di Desa Kabat, Kecamatan Kabat. Peristiwa tersebut menyebabkan kemacetan panjang.

“Akibat angin kencang menyebabkan pohon tumbang melintang di jalan besar,” cetus Partana.

Sementara itu, Prakirawan Stasiun BMKG Kelas III Banyuwangi, Ganis Dyah Limaran, menyampaikan angin kencang diperkirakan masih akan terjadi beberapa hari ke depan.

“Angin kencang masih akan terjadi beberapa hari ke depan, terus pantau perkembangan informasi cuaca dari media sosial kami info cuaca bwi,” tuturnya.

Ganis menjelaskan, fenomena angin kencang dipicu oleh bibit siklon tropis 90S yang berada di Samudra Hindia, selatan wilayah Yogyakarta hingga Jawa Timur. Kecepatan angin tercatat mencapai lebih dari 20 knots atau sekitar 40 km/jam, bahkan bisa lebih tinggi di wilayah pesisir.

“Oleh sebab itu, juga harus diwaspadai gelombang tinggi yang meningkat beberapa hari ke depan,” paparnya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow