Akselerasi Swasembada Pangan, Mentan Amran Beberkan 9 Strategi Fondasi Nasional

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memaparkan 9 strategi kunci percepatan swasembada pangan nasional, mulai dari reformasi regulasi hingga modernisasi teknologi.

April 15, 2026 - 22:31
Akselerasi Swasembada Pangan, Mentan Amran Beberkan 9 Strategi Fondasi Nasional

JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memaparkan sembilan strategi kunci yang menjadi fondasi swasembada pangan nasional. Melalui langkah terukur ini, pemerintah berhasil mempercepat target swasembada yang semula diproyeksikan memakan waktu empat tahun menjadi hanya satu tahun.

"Target swasembada pangan nasional yang semula diproyeksikan dalam waktu empat tahun berhasil dipercepat menjadi satu tahun melalui transformasi menyeluruh yang dijalankan Kementerian Pertanian," ujar Amran dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Berikut adalah sembilan strategi transformasi yang dijalankan Kementerian Pertanian.

1. Reformasi Kebijakan dan Regulasi

Pemerintah menyederhanakan ratusan aturan dan menerbitkan 16 regulasi strategis berupa Perpres dan Inpres. Salah satu langkah paling signifikan adalah pemangkasan 145 aturan terkait pupuk. "Sehingga distribusi pupuk dilakukan langsung dari Kementerian Pertanian ke PT Pupuk Indonesia dan diteruskan ke petani secara lebih cepat dan tepat sasaran," kata Amran.

2. Tata Kelola Pupuk

Alokasi pupuk ditingkatkan menjadi 9,55 juta ton dengan penurunan harga sebesar 20 persen. Akses petani kini dipermudah hanya dengan menggunakan KTP.

3. Realokasi Anggaran (Refocusing)

Anggaran sebesar Rp3,8 triliun dari belanja non-prioritas seperti perjalanan dinas dan renovasi kantor dialihkan ke sektor produktif, termasuk pengadaan benih unggul dan pompanisasi.

4. Intensifikasi Pertanian

Langkah ini mencakup penggunaan benih unggul dengan produktivitas 8–10 ton per hektare serta pompanisasi di 500 ribu hektare lahan tadah hujan. Selain itu, dilakukan optimalisasi 800 ribu hektare lahan rawa untuk meningkatkan indeks pertanaman.

5. Ekstensifikasi Lahan

Pemerintah menjalankan program cetak sawah baru seluas 200 ribu hektare guna menambah luas baku sawah nasional.

6. Infrastruktur Sumber Daya Air

Revitalisasi 61 bendungan dilakukan untuk melayani irigasi di lahan seluas 400 ribu hektare, dibarengi dengan rehabilitasi jaringan irigasi tersier.

7. Modernisasi dan Teknologi Presisi

Pemanfaatan alat mesin pertanian (alsintan), drone, dan teknologi presisi terbukti mampu menekan biaya produksi hingga 50 persen sekaligus menggandakan hasil panen.

8. Reformasi Kelembagaan

Pemerintah melakukan evaluasi tegas terhadap birokrasi dan jalur distribusi. Sebanyak 248 pejabat dirotasi, serta ribuan izin distributor pupuk dicabut untuk memastikan penyaluran tepat sasaran.

9. Intervensi Pasar

Melalui Perum Bulog, pemerintah menyerap gabah petani dengan skema any quality seharga Rp6.500 per kg untuk menjaga stabilitas harga di tingkat produsen.

Mentan menegaskan bahwa kombinasi strategi ini telah membuahkan hasil nyata. Produksi beras nasional pada tahun 2025 meningkat 4,07 juta ton (13,29%), jauh melampaui kebutuhan domestik bulanan yang berkisar 2,5–2,6 juta ton.

“Kalau digabung semua ini, berarti ada tambahan tanam sekitar 1,5 juta hektare. Dikalikan produktivitas rata-rata, kenaikan produksi sekitar 4 juta ton. Itu sesuai dengan data BPS, FAO, dan USDA Amerika,” tegasnya.

Hingga pertengahan April 2026, Cadangan Beras Pemerintah (CBP) mencatat rekor tertinggi sepanjang sejarah yakni 4,8 juta ton. Kesejahteraan petani juga menunjukkan tren positif dengan Nilai Tukar Petani (NTP) mencapai 125,35, angka tertinggi dalam 34 tahun terakhir. Capaian ini diklaim murni hasil produksi dalam negeri tanpa melibatkan impor beras medium. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow