AI dan Masa Depan Jurnalisme, AJI dan Uniga Malang Bahas Tantangan Teknologi di Era Digital

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Malang dan Universitas Gajayana menggelar diskusi tentang peran teknologi AI dalam profesi jurnalisme, membahas tantangan misinformasi serta dampaknya terhadap industri…

Februari 28, 2025 - 18:30
AI dan Masa Depan Jurnalisme,  AJI dan Uniga Malang Bahas Tantangan Teknologi di Era Digital

TIMESINDONESIA, MALANG – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Malang bekerja sama dengan Universitas Gajayana menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Teknologi AI dalam Meningkatkan Kerja Profesi Wartawan" pada Kamis (25/2/2025) di Bento Kopi, Lowokwaru, Kota Malang. Acara ini menghadirkan Ketua AJI Malang Benny Indo, Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Gajayana Ferry Indra Sukma, serta Wahyu Nurdianto, Wakil Ketua Redaksi TIMES Indonesia Network Malang. Diskusi juga dihadiri sejumlah mahasiswa yang tertarik dengan perkembangan AI dalam dunia jurnalistik.

AI dan Tantangan Misinformasi dalam Jurnalisme

Diskusi ini menyoroti dampak perkembangan kecerdasan buatan (AI) terhadap penyebaran informasi. Dalam ekosistem digital yang berkembang pesat, akses informasi semakin mudah, tetapi risiko penyebaran misinformasi juga meningkat.

"Misinformasi bisa terjadi ketika akses informasi begitu mudah. Seharusnya kita memiliki kualitas dalam mengonsumsinya, jangan sampai segala bentuk informasi dikonsumsi tanpa filter apa pun," ujar Benny Indo.

Salah satu contoh konkret yang dibahas adalah penyebaran informasi keliru yang memicu konflik sosial di Indonesia, seperti kasus di Papua. Dalam praktik jurnalistik, verifikasi tetap menjadi pilar utama dalam memastikan keakuratan berita.

"AI hanya alat bantu, bukan pengganti peran manusia dalam menciptakan produk jurnalistik," tambahnya.

AJI-dan-Uniga-Malang-a.jpgDialog interaktif rekan media,dosen, beserta mahasiswa. (foto: Argani Nugraha Lumban Gaol/Times Indonesia)

AI dan Pengaruhnya terhadap Politik Indonesia

Peran AI dalam politik Indonesia, khususnya pada Pemilu 2024, juga menjadi sorotan. Teknologi ini telah dimanfaatkan dalam produksi konten politik, termasuk pembuatan meme dan ilustrasi digital yang dapat membentuk opini publik.

Diskusi menyoroti bagaimana AI dapat digunakan secara positif, tetapi juga berpotensi disalahgunakan oleh kelompok tertentu untuk menyebarkan propaganda atau informasi yang bias. Jika tidak diawasi dengan baik, dampaknya bisa menjadi ancaman bagi demokrasi.

Kolaborasi Jurnalis dan Akademisi dalam Menghadapi Era Digital

Di akhir diskusi, Benny Indo menekankan pentingnya jurnalis untuk terus mengembangkan kapasitas mereka, tidak hanya melalui praktik lapangan, tetapi juga lewat riset dan diskusi ilmiah. Ia mendorong adanya sinergi antara AJI Malang dengan mahasiswa dalam menghubungkan teori yang dipelajari di kampus dengan pengalaman jurnalis di lapangan.

"Saya rasa kolaborasi ini bisa semakin mantap. Itu yang saya harapkan dari adanya silaturahmi seperti ini," ucapnya.

Sebagai tindak lanjut, AJI Malang berencana meluncurkan podcast sebagai wadah diskusi seputar isu jurnalistik, teknologi media, dan tantangan di era digital. Mereka juga berkomitmen meningkatkan kerja sama dengan berbagai pihak guna memperkaya perspektif dan memperkuat kompetensi jurnalis menghadapi tantangan era digital.

Acara ditutup dengan sesi dokumentasi sebagai simbol kolaborasi erat antara jurnalis dan akademisi, demi mendukung industri media yang lebih profesional dan berkualitas.(*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow