Ada 72 SMP Jalankan Program Sekolah Sak Ngajine, Pemkab Pacitan Evaluasi Berkala

Dinas Pendidikan Pacitan mengklaim implementasi program integrasi madin dan sekolah reguler berjalan relatif merata di seluruh sekolah.

Maret 12, 2026 - 15:00
Ada 72 SMP Jalankan Program Sekolah Sak Ngajine, Pemkab Pacitan Evaluasi Berkala

PACITAN Pemerintah Kabupaten Pacitan (Pemkab Pacitan) melalui Dinas Pendidikan, mengklaim seluruh sekolah menengah pertama (SMP) di bawah naungannya telah menjalankan program Sekolah Sak Ngajine.

Program tersebut merupakan integrasi pembelajaran Madrasah Diniyah (Madin) dengan pendidikan formal di tingkat SMP.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Pacitan, Fandi Normansyah, mengatakan hingga saat ini terdapat 72 SMP yang telah melaksanakan program tersebut. Menurut dia, implementasi program berjalan relatif merata di seluruh sekolah.

“Secara umum program integrasi Madin dengan SMP sudah berjalan di 72 sekolah. Pelaksanaannya juga relatif merata dan tidak ada kendala yang terlalu berarti,” kata Fandi. Kamis (12/3/2026).

Ia mengakui, pada tahap awal pelaksanaan sempat muncul persoalan kekurangan tenaga pengajar atau ustaz. Namun persoalan itu kini telah teratasi setelah dilakukan koordinasi antara sekolah dan lembaga Madrasah Diniyah di masing-masing wilayah.

Menurut Fandi, program integrasi Madin telah dipersiapkan sejak awal oleh pemerintah daerah. Sekolah dan lembaga Madin juga telah melakukan koordinasi dari tingkat bawah sehingga pelaksanaannya dapat tertata dengan baik.

“Sejak awal sudah dipersiapkan. Sekolah dan Madin juga sudah berkoordinasi, sehingga program ini bisa berjalan lebih tertata,” ujarnya.

Dinas Pendidikan Pacitan juga menyiapkan mekanisme evaluasi berkala untuk memastikan program berjalan efektif. Evaluasi dilakukan setiap tiga bulan, serta evaluasi lebih menyeluruh pada setiap semester.

Dalam evaluasi tersebut, sejumlah aspek akan menjadi perhatian. Di antaranya kendala pelaksanaan program, capaian pembelajaran siswa, hingga tingkat kehadiran peserta didik dalam kegiatan Madrasah Diniyah.

Selain itu, pada evaluasi semester pertama direncanakan akan dilakukan pengelompokan siswa berdasarkan kemampuan membaca Al-Qur’an. Langkah ini dinilai penting untuk mempermudah proses pembelajaran.

“Karena kemampuan siswa berbeda-beda, ada yang sudah lancar membaca dan ada yang belum. Nanti rencananya akan ada pengelompokan sesuai tingkatannya agar pembelajaran Madin lebih efektif,” kata Fandi.

Ia berharap pihak sekolah dapat memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program tersebut.

Pasalnya, integrasi Madrasah Diniyah dengan SMP merupakan salah satu program strategis Pemerintah Kabupaten Pacitan dalam penguatan pendidikan karakter berbasis keagamaan.

“Kami berharap kepala sekolah dan seluruh jajarannya dapat mensupport penuh program ini agar berjalan dengan baik,” ujarnya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow