Ada 63.527 Warga Kota Tasikmalaya Antre Terima Bantuan Pangan 2026
Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah dinamika ekonomi.
TASIKMALAYA - Sebanyak 63.527 warga di Kota Tasikmalaya tercatat sebagai Penerima Bantuan Pangan (PBP) tahun 2026.
Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah dinamika ekonomi.
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial di Dinas Sosial Kota Tasikmalaya, Indah Nali Hati, SP, mengungkapkan bahwa data penerima telah diterima dan proses distribusi mulai dijadwalkan pada bulan ini.
“Kami telah menerima data PBP sebanyak 63.527 warga yang sudah dijadwalkan didistribusikan untuk bulan ini,” ujar Indah kepada TIMES Indonesia, Kamis (30/4/2026).
Ribuan karung beras di Aula Kelurahan Kahuripan, Tawang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat siap didistribusikan, Kamis (30/4/2026) (FOTO: Harniwan Obech/TIMES Indonesia)
Indah menjelaskan bahwa puluhan ribu penerima bantuan tersebut tersebar di enam kecamatan utama di Kota Tasikmalaya, yaitu Kecamatan Cipedes, Tawang, Cihideung, Purbaratu, Mangkubumi dan Kecamatan Indihiang.
Dari keenam wilayah tersebut, Kecamatan Mangkubumi menjadi daerah dengan jumlah penerima terbanyak. “Kecamatan Mangkubumi merupakan kecamatan yang paling banyak PBP-nya, yakni sekitar 17.303 jiwa,” tambahnya.
Kendala Distribusi
Di sisi lain, pelaksanaan distribusi bantuan masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan.
Kasi Pemerintahan Kecamatan Tawang, Yudi Kusumahadi, mengungkapkan bahwa masih terdapat warga yang belum menerima bantuan pangan tahun ini.
Hal tersebut disampaikannya saat ditemui di lokasi pendistribusian di Aula Kelurahan Kahuripan, Kecamatan Tawang.
Yudi mengimbau masyarakat yang merasa layak namun belum terdata sebagai penerima agar segera berkoordinasi dengan pihak kelurahan melalui RT/RW setempat.
“Kami mengimbau kepada warga yang layak dan belum mendapatkan bantuan pangan agar segera berkonsultasi dengan pihak kelurahan untuk diajukan kembali ke Kementerian Sosial,” ujarnya.
Menjangkau Jutaan KPM
Dikutip dari laman badanpangan.co.id bantuan pangan tahun 2026 tidak hanya menyasar Kota Tasikmalaya, tetapi juga menjangkau 33,2 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia.
Program ini mencakup bantuan berupa beras, minyak goreng dimana distribusi bantuan difokuskan untuk alokasi Februari hingga April 2026, dengan percepatan penyaluran yang ditargetkan rampung hingga akhir Mei 2026.
Pemerintah memastikan program stimulus ekonomi kuartal pertama ini berjalan optimal guna menjaga stabilitas harga pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ratusan warga mengantre bantuan pangan 2026 di Aula Kelurahan Kahuripan, Tawang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Kamis (30/4/2026) (FOTO: Harniwan Obech/TIMES Indonesia)
Peran Bulog dalam Distribusi
Dalam pelaksanaannya, pemerintah menugaskan Perum Bulog sebagai operator utama distribusi bantuan pangan.
Bulog diharapkan mampu mempercepat penyaluran bantuan agar tepat sasaran dan tepat waktu di seluruh wilayah Indonesia.
Langkah ini menjadi bagian penting dalam menjaga ketersediaan pangan, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang terdampak fluktuasi ekonomi. (*)
Apa Reaksi Anda?