94 KK Terdampak Banjir di Besuk Terima Bantuan Pangan, Pemkab Lakukan Pendataan Kerusakan
Ini bentuk kepedulian bersama agar warga tetap dapat memenuhi kebutuhan pangan di tengah situasi sulit.
PROBOLINGGO Sebanyak 94 kepala keluarga (KK) terdampak banjir di Desa Matekan, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo, menerima bantuan bahan kebutuhan pokok, Selasa (24/2/2026) sore. Penyaluran dilakukan sebagai bagian dari penanganan pascabencana yang terjadi akhir pekan lalu.
Bantuan disalurkan di tiga titik terdampak, yakni RT 05, RT 08, dan RT 09. Paket yang diberikan berupa 120 sak beras ukuran 5 kilogram, 94 karton mi instan, serta 94 paket nasi siap saji untuk berbuka puasa. Total nilai bantuan yang disalurkan mencapai sekitar Rp21 juta.
Wakil Bupati Probolinggo, Fahmi Abdul Haq Zaini, mengatakan pemerintah daerah berupaya memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi, khususnya di masa pemulihan pascabanjir.
“Penyaluran ini untuk membantu kebutuhan pokok warga terdampak. Kami juga terus berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan untuk mendata kerusakan sebagai dasar penanganan lanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan, data tersebut akan menjadi acuan dalam menentukan langkah berikutnya, termasuk kemungkinan bantuan tambahan maupun perbaikan infrastruktur yang rusak.
Bendahara Yayasan Gerakan Multi Dimensi Lanjutan, Badrus Sholeh, menyebut bantuan tersebut merupakan hasil gotong royong berbagai pihak yang tergerak membantu warga, terlebih di bulan Ramadan.
“Ini bentuk kepedulian bersama agar warga tetap dapat memenuhi kebutuhan pangan di tengah situasi sulit,” katanya.
Salah seorang warga penerima bantuan, Ahmad, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterima. Menurut dia, banjir yang terjadi membuat aktivitas keluarga terganggu dan sejumlah perabot rumah tangga mengalami kerusakan.
“Setelah banjir, kebutuhan sehari-hari terasa lebih berat. Bantuan ini sangat membantu,” ujarnya.
Sebelumnya, banjir terjadi pada Sabtu malam (21/2/2026) setelah hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Probolinggo, khususnya Kecamatan Besuk. Tingginya intensitas hujan menyebabkan debit air meningkat dan meluap ke permukiman warga di Desa Matekan.
Ketinggian air dilaporkan mencapai setinggi dada orang dewasa. Sekitar 80 rumah terdampak dan tiga rumah dilaporkan ambruk akibat derasnya arus. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun warga mengalami kerugian materi akibat kerusakan bangunan dan perabotan rumah tangga. (*)
Apa Reaksi Anda?