6 Kelas Ludes Terbakar, Nasib Siswa Kurang Mampu di MTs Darul Ulum Palangka Raya Kini Tak Menentu
Enam ruang kelas MTs Darul Ulum di Palangka Raya hangus terbakar, memaksa pembelajaran daring. Yayasan berharap bantuan pemerintah demi pendidikan siswa kurang mampu.
PALANGKA RAYA - Kebakaran yang terjadi pada Minggu (12/7/2026) kemarin siang, dikawasan padat penduduk Jalan dr. Murjani, Gang Sari 45, Kota Palangka Raya, tak hanya menghanguskan puluhan rumah warga. Api juga ikut melahap enam ruang kelas Madrasah Tsanawiyah (MTs) Darul Ulum, sekolah yang mayoritas siswanya berasal dari keluarga kurang mampu.;>
;>
Pengelola Yayasan Pendidikan Islam Darul Ulum, Samsuri, mengatakan, bangunan enam ruang kelas yang terbakar itu sebenarnya baru saja rampung dibangun dan baru beroperasi selama satu semester.;>
;>
"6 kelas, 6 rombel tidak bisa dipakai sementara. Baru operasi satu semester, dan pemeliharaannya baru selesai 30 Juli kemarin. Bahkan serah terima dengan kontraktor juga belum ada," katanya saat ditemui di lokasi, Senin (13/7/2026) siang. ;>
;>
Dengan enam dari total kelas yang tidak bisa digunakan akibat terdampak amukan api, pihak yayasan kini harus memutar otak agar proses belajar-mengajar tetap berjalan. ;>
;>
Akibat musibah yang terjadi, pihak yayasan untuk sementara waktu menerapkan sistem pembelajaran daring menjadi satu-satunya pilihan yang bisa diambil dalam waktu dekat, sembari siswa bergantian menggunakan sisa empat ruang kelas yang masih ada.;>
;>
"Mau tidak mau kita daring. Yang ada ini sisa 4 kelas, yang 6 kelas nanti kita gantian, sampai perbaikan selesai," ujarnya sambil memikirkan skema agar anak-anak tetap bisa mengikuti pembelajaran seperti biasanya. ;>
;>
Dirinya juga menambahkan, kondisi bangunan yang tersisa pun sebenarnya sudah tidak sepenuhnya aman untuk digunakan, karena plafon bangunan disebut sudah mulai ambruk akibat banyaknya air yang disemprotkan petugas pemadam saat proses pemadaman.;>
;>
Dari sisi materil, pengelola yayasan memperkirakan kerugian akibat kebakaran ini mencapai kisaran Rp 600 juta hingga Rp 700 juta. Ia memastikan tidak ada dokumen penting sekolah maupun siswa yang ikut terbakar, karena ruang yang hangus hanya berisi fasilitas kelas seperti meja, papan tulis dan kursi guru serta siswa.;>
;>
"Untuk kerugiannya, ditaksir antara Rp 600 sampai 700 juta," sebutnya. ;>
;>
Yang membuat kondisi ini makin berat, pengelola yayasan menyebut mayoritas siswa MTs Darul Ulum berasal dari keluarga tidak mampu, seperti anak pemulung, tukang becak, pedagang kaki lima, hingga buruh lepas dan buruh bangunan. Tak sedikit dari mereka juga tercatat sebagai penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP).;>
;>
Oleh karena itu, pihak yayasan menegaskan mustahil menggalang dana perbaikan dari orang tua siswa.;>
;>
"Kita mustahil menggalang dana dari orang tua siswa, karena yang sekolah di sini rata-rata orang tidak mampu. Bahkan banyak yang kita bebaskan biaya sekolahnya," tegasnya;>
;>
Di tengah keterbatasan itu, pengelola yayasan berharap besar pemerintah kota maupun provinsi dapat turun tangan membantu perbaikan bangunan sekolah, agar proses belajar anak-anak tidak terganggu lebih lama.;>
;>
"Kami sangat mengharapkan Pak Wali Kota, Pak Gubernur, sekiranya bisa membantu kami. Anak-anak ini ingin berpendidikan setara dengan yang lain, walaupun sekolah di Darul Ulum," ucap dia sambil memikirkan masa depan anak-anak yang sekolah di MTs Darul Ulum.;>
;>
Ia menegaskan, sekolah yang ia kelola merupakan bagian dari upaya membantu program pemerintah mencerdaskan anak bangsa, sehingga ia berharap perhatian serupa juga diberikan pemerintah kepada mereka.;>
;>
"Kami ingin belajar, kami ingin menjadi orang yang baik di Indonesia. Kami harus berpendidikan walaupun sekolah di Darul Ulum," Pungkasnya menutup wawancara.;>;>;>;>;>;>;>;>;>;>;>;>;>;>;>;>;>;>;>;>;>;>;>;>;>;>;>;>;>;>;>
Apa Reaksi Anda?