31 Kepala Sekolah Sertijab, Kadindik Kota Batu Tekankan Kesiapan Hadapi Era 5.0
Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Batu menggelar serah terima jabatan (sertijab) kepala sekolah se-Kota Batu di SDN Tulungrejo 03, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji.
BATU Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Batu menggelar serah terima jabatan (sertijab) kepala sekolah se-Kota Batu di SDN Tulungrejo 03, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji. Agenda ini menjadi tindak lanjut dari pelantikan kepala sekolah yang sebelumnya dilakukan Wali Kota Batu, Nurochman beberapa waktu lalu.
Kepala Dindik Kota Batu, Alfi Nurhidayat, menegaskan bahwa sertijab merupakan bagian dari mekanisme kepegawaian yang wajib dilaksanakan sesuai ketentuan.
"Sertijab ini adalah tindak lanjut dari pelantikan yang telah dilaksanakan sebelumnya. Ini bagian dari mekanisme kepegawaian yang harus dijalankan sesuai aturan,” ujar Alfi, Rabu (4/3/2026).
Dalam arahannya, Alfi mengingatkan para kepala sekolah yang baru agar menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta menjunjung tinggi regulasi. Ia juga menekankan pentingnya kepemimpinan yang mengedepankan keteladanan, sebagaimana ajaran Ki Hajar Dewantara.
"Jangan merasa paling berkuasa atau bertindak sewenang-wenang. Teladanilah filosofi Ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani," tegasnya.
Mantan Kadis PUPR Kota Batu tersebut menjelaskan kepala sekolah sangat strategis dalam menentukan arah dan mutu pendidikan. Keberhasilan sekolah tidak hanya ditentukan oleh administrasi, tetapi juga kemampuan manajerial, peningkatan kompetensi guru, serta capaian prestasi siswa.
"Kepala sekolah harus mampu menciptakan perubahan positif melalui penguatan budaya mutu, pengelolaan tenaga kependidikan yang efektif, kerja tim yang solid, serta manajemen yang transparan dan terbuka terhadap evaluasi," urainya.
Ia juga menyoroti tantangan pendidikan di tengah era disrupsi teknologi yang kian masif. Menurutnya, peserta didik saat ini tumbuh dalam arus informasi digital yang tak terbendung.
"Saudara-saudara yang ditugaskan adalah insan terpilih yang telah memenuhi syarat teknis, akademis, dan administratif. Jangan bekerja sekadar menjalankan tugas tanpa komitmen peningkatan mutu," katanya.
Pasalnya saat ini berada di era disrupsi, bahkan menuju society 5.0. Tentu sekarang para murid sangat dekat dengan gawai dan dunia maya.
"Kita tidak bisa menolak teknologi, tetapi harus mampu mengarahkannya agar berdampak positif. Peran guru dan kepala sekolah sangat vital untuk mencegah dampak negatif," ujarnya.
Selain peningkatan akademik, ia menekankan pentingnya pembentukan karakter dan moralitas sumber daya manusia di lingkungan sekolah agar tidak terjadi stagnasi atau kemunduran kualitas pendidikan.
"Pesan saya para kepala sekolah tidak gegabah dalam mengambil kebijakan, khususnya terkait penambahan tenaga pendidik maupun tenaga administrasi. Jika ada persoalan kepegawaian, agar dikonsultasikan dan dikoordinasikan terlebih dahulu dengan Dinas Pendidikan," tandasnya. (*)
Apa Reaksi Anda?