2.570 Lentera Perdamaian Terangi Langit Borobudur, Wapres Gibran Hadiri Puncak Waisak 2570

Sebanyak 2.570 lentera perdamaian menghiasi langit Borobudur pada puncak perayaan Waisak 2570. Wapres Gibran menegaskan pentingnya toleransi dan persatuan dalam keberagaman Indonesia.

Juni 1, 2026 - 09:01
2.570 Lentera Perdamaian Terangi Langit Borobudur, Wapres Gibran Hadiri Puncak Waisak 2570

MAGELANG - Sebanyak 2.570 lentera perdamaian menghiasi langit kawasan Borobudur pada puncak peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 Buddhis Era (BE), Minggu (31/5/2026) malam. Pelepasan lentera yang berlangsung di Taman Lumbini, Kompleks Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, menjadi simbol pesan damai dan persaudaraan yang diusung dalam perayaan Waisak tahun ini.

Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, kepala daerah, dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turut mengikuti prosesi pelepasan lentera tersebut.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, yang mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, mengapresiasi rangkaian kegiatan Waisak yang tidak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar Borobudur.

Menurutnya, peringatan Waisak yang rutin digelar setiap tahun telah mendorong peningkatan tingkat hunian penginapan dan homestay milik warga, serta menggerakkan aktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan tersebut.

prosesi pelepasan lentera perdamaian Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, kepala daerah, saat prosesi pelepasan lentera perdamaian di Candi Borobudur dalam puncak peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak 2570.

“Dampak untuk perekonomian di kawasan Borobudur tentu saja sangat signifikan. Semua penginapan dan homestay di sini penuh. UMKM masyarakat di sekitar Borobudur juga merasakan dampak yang signifikan,” ujar Sumarno.

Ia berharap perayaan Waisak dapat menjadi pemicu meningkatnya kunjungan wisatawan ke Borobudur. Sebab, umat Buddha yang hadir tidak hanya berasal dari berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga dari mancanegara.

“Mudah-mudahan ini menjadi trigger bagi saudara atau teman-teman mereka untuk datang ke Borobudur,” katanya.

Ketua Umum Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi), Hartati Murdaya, mengatakan peringatan Waisak turut memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Menurutnya, jumlah homestay milik warga terus bertambah dan berkembang seiring meningkatnya kunjungan umat Buddha setiap tahun.

Bahkan, kata Hartati, kapasitas homestay yang tersedia kerap tidak lagi mampu menampung seluruh pengunjung sehingga keberadaan hotel-hotel baru turut membantu memenuhi kebutuhan akomodasi selama perayaan berlangsung.

“Beruntung banyak pembangunan hotel-hotel baru yang juga penuh pada saat peringatan Waisak Nasional. Ini merupakan wujud nyata kepedulian sosial dan pengabdian bagi kesejahteraan rakyat,” ujarnya.

prosesi pelepasan lentera perdamaian

Hartati menjelaskan, rangkaian kegiatan Waisak 2570 meliputi layanan pengobatan gratis bagi lebih dari 7.000 pasien, pengambilan air suci di Umbul Jumprit, Kabupaten Temanggung, serta pengambilan api abadi di Mrapen, Kabupaten Grobogan.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan Dharma Santi Waisak pada Minggu malam, sebelum puncaknya ditandai dengan pelepasan 2.570 lentera ke udara sebagai simbol peringatan Tri Suci Waisak 2570 BE.

Dalam sambutannya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan bahwa perayaan Waisak di Borobudur menjadi simbol kuat bahwa Indonesia merupakan rumah bersama yang menjunjung tinggi perdamaian dan menghargai keberagaman.

Menurutnya, sebagai bangsa besar, Indonesia membutuhkan persatuan dan perdamaian sebagai modal utama dalam melanjutkan pembangunan.

“Oleh karena itu, saya mengajak seluruh umat Buddha di Indonesia untuk terus menjadi pelopor perdamaian, memperkuat semangat toleransi, serta berkontribusi aktif dalam menjaga persaudaraan lintas agama,” kata Gibran.

Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih yang hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri Agama Nasaruddin Umar, dan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow