129 Jurnalis Tewas pada 2025, Laporan CPJ Soroti Gaza sebagai Titik Paling Mematikan

Laporan tahunan CPJ mencatat 129 jurnalis tewas pada 2025, dengan dua pertiga korban terkait konflik di Gaza. Angka ini menjadi yang tertinggi dalam dua tahun terakhir sejak pendataan dimulai pada 199

Februari 26, 2026 - 12:30
129 Jurnalis Tewas pada 2025, Laporan CPJ Soroti Gaza sebagai Titik Paling Mematikan

JAKARTA Sebanyak 129 jurnalis dan pekerja media dilaporkan tewas saat menjalankan tugas sepanjang 2025. Angka tersebut menjadi yang tertinggi dalam dua tahun terakhir dan menandai eskalasi risiko terhadap keselamatan insan pers secara global.

Data itu disampaikan dalam laporan tahunan Committee to Protect Journalists (CPJ) yang dirilis Rabu (25/2/2026). Dalam laporannya, organisasi berbasis di New York, Amerika Serikat itu menyebut lebih dari dua pertiga pembunuhan jurnalis pada 2025 terjadi dalam konteks agresi militer Israel di Jalur Gaza.

Menurut CPJ, dari total 129 korban jiwa, sebanyak 86 di antaranya terbunuh dalam operasi militer Israel. Lebih dari 60 persen dari 86 korban tersebut merupakan wartawan Palestina yang melaporkan langsung dari Gaza.

Catatan ini melampaui angka 126 jurnalis yang terbunuh pada 2024 dan menjadi jumlah tertinggi sejak CPJ mulai mendokumentasikan data keselamatan jurnalis pada 1992.

CEO CPJ, Jodie Ginsberg, menyatakan serangan terhadap media menjadi indikator penting atas memburuknya kebebasan sipil secara lebih luas. “Serangan terhadap media adalah indikator penting atas serangan terhadap kebebasan lainnya, dan masih banyak langkah yang harus diambil untuk mencegah pembunuhan tersebut serta menghukum para pelakunya,” ujarnya.

Ia menambahkan, keselamatan jurnalis berkaitan langsung dengan hak publik untuk memperoleh informasi. “Kita semua terpapar risiko ketika jurnalis kehilangan nyawa saat membuat laporan berita mereka,” kata Ginsberg.

Filipina Tertinggi di Asia

Di kawasan Asia, Filipina tercatat sebagai negara dengan jumlah korban tertinggi pada 2025, yakni tiga kasus pembunuhan jurnalis. Secara global, Filipina berada di peringkat kelima dalam daftar negara dengan jumlah pembunuhan jurnalis terbanyak.

Seluruh korban di Filipina dilaporkan tewas akibat penembakan. Salah satu di antaranya adalah wartawan senior Juan Dayang.

Laporan CPJ ini kembali menegaskan bahwa konflik bersenjata dan lemahnya penegakan hukum terhadap pelaku kekerasan masih menjadi faktor dominan tingginya angka kematian jurnalis di berbagai belahan dunia. (*)

 

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow