Wujudkan Ekosistem Lingkungan Hidup Berkelanjutan, PSDKU UB Kediri Usung Tiga Langkah

Program Studi Diluar Kampus Utama Universitas Brawijaya Kediri (PSDKU UB Kediri) berkomitmen menjadikan kampus tidak hanya menjadi tempat belajar-mengajar, tapi juga laboratorium hidup bagi praktik ke

Mei 19, 2026 - 21:30
Wujudkan Ekosistem Lingkungan Hidup Berkelanjutan, PSDKU UB Kediri Usung Tiga Langkah

KEDIRI - Program Studi Diluar Kampus Utama Universitas Brawijaya Kediri (PSDKU UB Kediri) berkomitmen menjadikan kampus tidak hanya menjadi tempat belajar-mengajar, tapi juga laboratorium hidup bagi praktik keberlanjutan untuk kelestarian lingkungan. 

Komitmen tersebut diwujudkan dalam "Apel Kebangkitan Komitmen Hijau," yang berlangsung Gedung 1 Kampus PSDKU UB Kediri. Mengusung tema "Hijau Kampusku, Lestari Lingkunganku" serta slogan "Dari Kediri, Demi Bumi", gerakan ini dirancang untuk menumbuhkan kesadaran kolektif seluruh civitas akademika PSDKU UB Kediri dalam menjaga kelestarian lingkungan. 

Diinisiasi dan dikelola secara kolaboratif oleh Tim Smart Green Campus (SGC) PSDKU UB Kediri bersama Eksekutif Keluarga Mahasiswa (EKM) PSDKU UB Kediri, terdapat tiga pilar gerakan utama dalam kolektif tersebut. "Ketiganya saling terkait dan saling menunjang," ujar Ketua Tim Smart Green Campus Hariadi Darmawan, Selasa (19/05/2026). 

Yang pertama adalah deklarasi komitmen hijau, dimana pakta ini mencakup 5 poin komitmen utama, mulai dari pengurangan plastik sekali pakai, pengelolaan sampah bertanggung jawab, efisiensi energi (air dan listrik), hingga peningkatan ruang terbuka hijau kampus. Pembacaan dan penandatanganan dokumen pakta integritas bersih lingkungan hijau dilakukan oleh pimpinan dan perwakilan sivitas akademika. 

"Karena kalau hanya deklarasi saja, tanpa ada komitmen yang tertulis, itu nanti juga sia-sia yang pertama makanya kita buat deklarasi dan penandatanganan fakta integritas supaya kita juga tetap ingat apa yang kita tulis," jelas Hariadi. 

Kemudian yang kedua adalah Gerakan Pisah Sampah (GERAH), ini merupakan inisiasi sistem pengelolaan sampah mandiri melalui pengadaan sarana tempat sampah terpilah untuk kategori sampah organik dan anorganik di berbagai titik strategis kampus. 

"Kita buat beberapa tong sampah tambahan untuk menunjang tempat sampah yang ada selama ini, untuk memisahkan sampah. Ada 20 tong sampah dan 40 karung goni. Nantinya sampah organik yang dimasukkan karung goni nanti akan kami tempatkan di kandang, di lab lapangan," ungkapnya.

Gerakan ketiga diwujudkan dalam U-BEST (Unit Bisnis Ekonomi Sirkular Terpadu), unit bisnis berbasis ekonomi sirkular yang dikelola langsung oleh mahasiswa. Unit ini mengemban misi ganda sebagai wadah edukasi kewirausahaan mahasiswa sekaligus media operasional dalam mengolah limbah kampus menjadi produk yang bernilai ekonomis. 

"Dengan U-Best, harapannya, mahasiswa yang tadinya membuang sampah atau buang plastik sia-sia mereka berpikir, oh nanti ada sesuatu yang bersifat ekonomi," tambahnya. 

Sementara itu, Direktur PSDKU UB Kediri Prof. Dr. Ir. Sholeh Hadi Pramono, M.S mengungkapkan melalui kampanye hijau ini, PSDKU UB Kediri bertekad penuh menyelaraskan pertumbuhan prestasi akademik dengan tanggung jawab yang nyata terhadap kelestarian bumi secara konsisten dan berkelanjutan. 

Sesuai dengan komitmen PSDKU UB Kediri pada implementasi Sustainable Development Goals (SDGs)—khususnya poin ke-13 mengenai Penanganan Perubahan Iklim dan poin ke-15 tentang Ekosistem Daratan. 

"Dengan adanya hal ini, diharapkan bisa mengurangi unsur-unsur yang menyebabkan polusi. Kemudian di dalam tata budidaya, semua aktivitas diharapkan menjadi zero waste, semua bisa termanfaatkan dengan baik," pungkasnya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow