WRI Indonesia Gelar Media Coaching Workshop

World Resources Institute (WRI) Indonesia melaksanakan Media Coaching Workshop yang berlangsung di Sampoerna Strategic Square North Tower, Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan

Februari 28, 2024 - 12:30
WRI Indonesia Gelar Media Coaching Workshop

TIMESINDONESIA, JAKARTA – World Resources Institute (WRI) Indonesia melaksanakan Media Coaching Workshop yang berlangsung di Sampoerna Strategic Square North Tower, Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Senin (26/2/2024). 

Agenda bertema 'Optimalisasi Komitmen Reduksi Emisi Karbon di Indonesia: Tantangan dan Peluang' diharapkan dapat meningkatkan pemahaman jurnalis tentang isu lingkungan, terutama keberlanjutan dan emisi karbon di Indonesia.

Dari Pantauan TIMES Indonesia dilokasi, agenda tersebut dihadiri oleh Fikri Alhabsie selaku Corporate Responsibility Director, L’Oreal Indonesia, Arif Utomo selaku Senior Engagament Lead, WRI Indonesia, para wartawan, dan juga organisasi lingkungan serta para tamu undangan. 

Sustainable Business and Net Zero Analyst WRI Indonesia, Nada Zuhaira, menyatakan jika saat ini perusahaan di Indonesia masih melakukan perhitungan emisi gas rumah kaca (GRK) dalam lingkup Scope 1, yang berarti perusahaan baru menghitung emisi yang dihasilkan secara langsung.

Menurutnya, beberapa perusahaan telah mencapai scope 2 dengan menghitung emisi yang dihasilkan secara tidak langsung, seperti penggunaan listrik, meskipun belum ada perusahaan yang mencapai tahap Scope 3.

“Scope 3 itu masih jauh dari realita dari cita-cita kita,” katanya saat Media Coaching Workshop di Sampoerna Strategic Square, Jakarta, Senin (26/2/2024). 

Dalam konteks Scope 3, perusahaan menghitung emisi yang dihasilkan secara tidak langsung di seluruh rantai nilai, termasuk mulai dari pemasok bahan bakunya.

Selain itu, Menurut kajian dari World Resources Institute (WRI) Indonesia, sekitar 74,5% emisi gas rumah kaca (GRK) di Indonesia berasal dari sektor industri, yang sebagian disebabkan oleh adopsi dekarbonisasi yang masih pada tahap awal.

Sementara itu, Nada mengakui usaha perusahaan-perusahaan di Indonesia yang telah memahami jumlah emisi yang dihasilkan. Meskipun demikian, banyak dari mereka membutuhkan bantuan dalam menetapkan target dan merancang strategi dekarbonisasi.

Namun, Nada juga mengkritisi bahwa kebijakan pemerintah Indonesia saat ini belum sepenuhnya menyatukan perhitungan emisi industri. Hal ini disebabkan sektor industri di Indonesia masih kesulitan dalam menentukan kontribusinya dalam mengurangi emisi karbon.

“Perkara emisi tersebut dilaporkan kemana juga masih menjadi pertanyaan,” ujarnya.

Di sisi lain, L’Oréal Indonesia merupakan salah satu perusahaan yang mengimplementasikan dekarbonisasi. Fikri Alhabsie, selaku Corporate Responsibility Director di L’Oréal Indonesia, menyatakan bahwa perusahaan tersebut telah mengadopsi sumber energi terbarukan, termasuk pemasangan electric boiler di pabriknya yang tidak bergantung pada bahan bakar fosil, sehingga memiliki dampak lingkungan yang positif.

Ia menegaskan bahwa L’Oréal Indonesia memilih mengurangi emisi yang dihasilkan daripada mencapai netral karbon.

“Kami memilih tidak karbon netral atau carbon offset, karena strategi utama kita adalah mengurangi emisi dari produksi kita,” tegasnya.

Sebagai informasi, World Resources Institute (WRI) merupakan organisasi nirlaba global yang berkolaborasi dengan pemimpin di pemerintahan, bisnis, dan masyarakat sipil untuk menyelidiki, merancang, dan menerapkan solusi praktis yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memastikan keberlanjutan lingkungan.

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow