Volume Kendaraan Mudik di GT Cikampek Utama Meroket Saat Puncak Gelombang Kedua

Arus mudik di GT Cikampek Utama melonjak 201% pada H-4 Lebaran 2026. Kapolda Metro Jaya prediksi puncak arus gelombang kedua terjadi malam ini.

Maret 17, 2026 - 22:30
Volume Kendaraan Mudik di GT Cikampek Utama Meroket Saat Puncak Gelombang Kedua

JAKARTA Arus mudik di koridor utama Trans Jawa mencatatkan lonjakan drastis pada Selasa (17/3/2026). PT Jasa Marga Trans Jawa Tol melaporkan adanya kenaikan volume kendaraan hingga 201 persen di Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama, Purwakarta, Jawa Barat, dibandingkan dengan lalu lintas harian normal.

Peningkatan signifikan ini terjadi seiring dengan aktivasi rekayasa lalu lintas one way (satu arah) sepenggal, yang secara efektif menambah kapasitas tampung jalan namun sekaligus memicu konsentrasi kendaraan yang lebih besar menuju arah Timur.

Analisis Data: Tren Kenaikan Per Jam

Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasa Marga Trans Jawa Tol, Ria Marlinda Paalo, mengungkapkan bahwa lonjakan ini sudah terlihat jelas sejak sif pertama di hari Selasa. Hanya dalam satu sif, tercatat sebanyak 25 ribu kendaraan melintasi GT Cikampek Utama menuju arah Jawa Tengah.

Data per jam di Gerbang Tol Cikampek Utama menunjukkan anomali trafik yang cukup kontras dibandingkan dengan periode reguler. Dalam kondisi normal, rata-rata kendaraan yang melintas hanya berkisar di angka 3.000 unit per jam, namun memasuki H-4 Lebaran pada Selasa petang, volume kendaraan melonjak tajam hingga menyentuh 5.700 unit per jam.

Dengan persentase kenaikan akumulatif mencapai 201 persen, angka ini menjadi indikator kuat adanya beban jalan yang sangat tinggi, sekaligus merefleksikan besarnya tekanan arus mudik yang mengalir menuju arah Timur Trans Jawa pada gelombang puncak kali ini.

"Kebijakan one way tahap pertama ini memang telah memicu pertambahan volume lalu lintas secara masif di GT Cikampek Utama," ujar Ria saat ditemui di pusat kendali operasional setempat.

40 Persen Pemudik Jadetabek Telah Melintas

Di sisi lain, potret makro pergerakan masyarakat dari wilayah aglomerasi Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jadetabek) mulai menunjukkan angka yang substansial. Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri, menyatakan bahwa sekitar 40 persen warga Jadetabek diperkirakan telah meninggalkan daerah asal untuk menuju kampung halaman masing-masing.

Meskipun volume meningkat, Kapolda menilai arus lalu lintas di bawah kendali Operasi Ketupat Jaya 2026 masih dalam kategori ramai lancar. Namun, kewaspadaan penuh tetap diberlakukan mengingat adanya potensi puncak arus gelombang kedua.

"Sudah 40 persen warga Jadetabek mudik. Kami memprediksi puncak arus mudik gelombang kedua untuk pekan ini akan terjadi mulai malam ini hingga Rabu (18/3) besok," tegas Irjen Asep Edi Suheri di Cikarang.

Pemerintah terus mengimbau masyarakat yang belum berangkat untuk memantau kondisi terkini melalui aplikasi travoy atau kanal informasi resmi lainnya guna menghindari titik kepadatan tertinggi. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow