Viral Jeritan PMI Asal Cianjur di Libya, Dipaksa Kerja Dua Rumah hingga Bersimbah Darah
PMI Cianjur, AI Juariah (43), viral minta dipulangkan dari Libya. Korban TPPO luka dan sakit karena kerja 2 rumah. Mohon bantuan Presiden Prabowo & Gubernur Jabar Dedi Mulyadi.
CIANJUR - CIANJUR - Sebuah rekaman video yang memperlihatkan seorang Pekerja Migran Indonesia asal Cianjur mendadak ramai di media sosial setelah dirinya menyampaikan permohonan untuk dipulangkan dari Libya, Afrika Utara.
Perempuan yang diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang tersebut tampak bersimbah darah menangis tersedu-sedu sembari mengadukan nasib malangnya di negara konflik tersebut.
Korban diketahui sudah bertahan menghadapi situasi pelik itu selama satu tahun tiga bulan.
Dalam pesannya, perempuan dalam video tersebut teridentifikasi bernama Ai Juariah, warga berusia 43 tahun asal Kampung Babakan Turuy, Desa Karangwangi, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur.
Ia sangat berharap pihak berwenang dapat mempermudah proses kepulangannya ke tanah air karena kondisi fisiknya yang terus menurun akibat mengalami luka-luka.
Beban kerja yang terlampau berat menjadi alasan utama sang pekerja migran tidak sanggup lagi bertahan di tempatnya mengabdi saat ini.
Dia mengaku dipaksa untuk mengurus dua rumah sekaligus, sebuah situasi yang menguras energi melampaui batas kemampuannya.
Akibat tekanan kerja yang tiada henti itu, dirinya sering kali kehilangan kesadaran dan didera berbagai penyakit.
"Saya bukan tidak kuat mental, tetapi sering pingsan dan sering sakit," ungkap perempuan tersebut dalam rekaman video dengan suara bergetar, dikutip TIMES Indonesia, Senin (29/6/2026).
Ironisnya, upaya Ai Juariah untuk mencari keadilan dan perlindungan sebelumnya justru berujung pada jalan buntu. Korban menceritakan bahwa pihak agensi atau kantor yang menyalurkannya sama sekali tidak memberikan respons positif ketika dirinya mengeluhkan kondisi tersebut.
Alih-alih mendapatkan pertolongan atau perlindungan hukum, ia justru mendapatkan stigma negatif dan dituduh sebagai pekerja yang malas serta enggan menyelesaikan tanggung jawabnya.
Rasa trauma terhadap penolakan dari pihak agensi itulah yang sempat membuat korban bertahan dalam ketakutan yang mendalam.
Kini, dengan sisa kekuatan yang dimiliki, PMI tersebut menaruh harapan besar kepada para pemimpin negara dan tokoh publik tanah air agar bersedia turun tangan membantu proses evakuasinya.
Melalui video singkat itu, ia secara khusus meminta bantuan kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto serta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk menyelamatkannya dari jeratan kontrak kerja yang mengikatnya di Libya.
Apa Reaksi Anda?