Usulan Tiga Ruas Jalan, Bupati Sumba Timur Berharap Jadi Prioritas IJD
Kemampuan pemerintah daerah untuk menangani ruas-ruas jalan yang seharusnya diperbaiki, menjadi kendala utama dalam penganggaran.
SUMBAWA - Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali mengatakan usulan tiga ruas jalan di Kabupaten Sumba Timur diharapkan jadi prioritas program Inpres Jalan Daerah (IJD).
“Kita harap usulan tiga ruas jalan kita di Sumba Timur ini menjadi prioritas IJD tahun 2026,” kata Bupati Umbu Lili, Senin (29/6/2026).
Ia mengakui bahwa, selama dua tahun berturut-turut kemampuan pemerintah daerah untuk menangani ruas-ruas jalan yang seharusnya diperbaiki, menjadi kendala utama dalam penganggaran.
Oleh sebab itu, pihaknya berharap ada anggaran yang dikucurkan pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi terkait sarana dan prasarana ruas jalan.
Tentunya pemerintah kabupaten Sumba Timur sangat membutuhkan dana tersebut agar dapat memperbaiki ruas-ruas jalan yang belum ditangani.
Menurut Umbu Lili penanganan ruas jalan di Kabupaten Sumba Timur adalah salah satu daerah yang terluas di NTT.
Maka konsekwensinya panjang ruas jalan provinsi di NTT untuk Kabupaten Sumba Timur saja kurang lebih seluas 1.200 kilometer.
“Jadi bisa dibayangkan, kalau anggarannya banyak terpotong maka banyak ruas jalan yang tidak ditangani dengan baik. Maka dengan adanya IJD ini sangat membantu untuk mendukung ruas jalan yang diprioritaskan,” ujarnya.
Umbu Lili juga menjelaskan, pentingnya ruas-ruas jalan yang ditangani akan berdampak pada dukungan di sektor pertanian, peternakan dan kelautan. Bahkan program IJD juga berfokus pada pelayanan wilayah sentra produksi pangan
“Seperti di Desa Tandulajangga dan Kaheri adalah sentra produksi pangan. Jadi wilayah-wilayah seperti ini sangat membutuhkan IJD,” sebutnya.
Umbu Lili menambahkan, bahwa pembangunan ruas-ruas jalan provinsi di Sumba Timur memiliki arti sangat penting sebagai urat nadi perekonomian rakyat.
Seperti transportasi, biaya angkut hasil pertanian, perkebunan dan berbagai produk masyarakat yang sangat mendukung kesejahteraan mereka.
“Tentu hal ini kita bertekad agar tidak ada daerah atau wilayah yang tertinggal karena akses terbatas maka dengan terbukannya ruas-ruas jalan itu dapat dijangkau dari Desa ke Kota dan sebaliknya,” ungkap Umbu Lili. (*)
Apa Reaksi Anda?