Usai Dibersihkan Lewat Gerakan Banyuwangi Asri, Pantai GWD Kembali Dapat Sampah Kiriman

Tiga hari usai dicanangkan Gerakan ASRI, Pantai Grand Watu Dodol Banyuwangi kembali dipenuhi sampah kiriman dari hulu. Pokdarwis sebut masalah terjadi tiap musim hujan.

Februari 21, 2026 - 20:34
Usai Dibersihkan Lewat Gerakan Banyuwangi Asri, Pantai GWD Kembali Dapat Sampah Kiriman

BANYUWANGI Belum genap seminggu menjadi tempat peluncuran Gerakan Banyuwangi Aman, Sehat, Resik dan Indah (ASRI). Pantai Grand Watu Dodol (GWD), Desa Bangaring, Kecamatan Wongsorejo kembali mendapat sampah kiriman.

Baru tiga hari, pada Rabu (18/2/2026) telah dilaksanakan launching program Gerakan Banyuwangi ASRI. Program tersebut ditandai dengan aksi bersih pantai yakni GWD, yang melibatkan berbagai elemen masyarakat bersama lintas instansi.

Meski begitu Banyuwangi pengelola pantai GWD mengeluhkan banyaknya sampah kiriman yang memenuhi pesisir pantai, dan menginginkan penanganan bersama yang komprehensif.

Ketua Pokdarwis Pesona Bahari GWD, Abdul Azis menyampaikan, sampah kiriman ini hampir datang setiap hari, khususnya pada musim hujan. Sehingga sampah sampah ini menjadi masalah yang selalau datang setiap musim hujan.

"Setiap musim hujan pasti ada sampah kiriman, kalau musim kemarau tidak ada," jelasnya, Sabtu (21/2/2026).

Masalah ini ternyata tak hanya terjadi di pantai GWD saja, diungkapkan Aziz, sampah kiriman ini datang ke seluruh destinasi wisata pantai di Banyuwangi. Mulai dari wilayah Wongsorejo, Pantai Bangsring, kemudian Pantai di Banyuwangi yakni Pantai Cacalan, Pantai Cemara, menuju kawasan Rogojampi yaitu pantai Blimbingsari, Pantai Bomo, hingga Gumuk Kantong di Muncar.

"Jumlah sampah kiriman ini selalu banyak, sehingga cukup menyulitkan untuk proses pembersihan. Oleh karena itu kami selalu bersama-sama membersihkan sampah-sampah itu," ujarnya.

Dikatakan oleh Aziz, bahwa sampah kiriman itu berasal dari kawasan hulu, karena membawa material sampah organik seperti limbah kayu, bambu dan ranting pohon. Melihat material sampah yang dibawa, Ketua Pokdarwis se Banyuwangi itu menduga adanya indikasi kerusakan di kawasan hulu, shingga banyak kayu dan ranting yang terbawa ke laut.

"Selama ini langsung kita tangani sehingga wisatawan tidak sampai tahu. Masalah ini tidak bisa diselesaikan secara personal. Hulu dan hilir harus bersama-sama kerja menanganinya," tegasnya.

Lebih jauh Azis menambahkan, pantai-pantai yang banyak menjadi jujukan sampah kiriman ini juga dipengaruhi oleh arah angin. Jika arah angin ke utara maka kawasan pantai di sisi utara akan lebih banyak menerima sampah kiriman.

"Jadi arah angin ini sangat mempengaruhi jumlah sampah kiriman datang," cetusnya.

"Untuk saat ini kami hanya bisa membersihkanya tiap hari demi memastikan destinasi kita tetap asri, bersih, nyaman untuk dikunjungi," imbuh Aziz. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow