UNJ Gelar FGD Diseminasi Pengabdian, Dorong Dampak Nyata bagi Masyarakat
Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Diseminasi Pengabdian kepada Masyarakat yang didukung oleh Program EQUITY
JAKARTA - Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Diseminasi Pengabdian kepada Masyarakat yang didukung oleh Program EQUITY (Enhancing Quality Education for International University Impacts and Recognition) LPDP sebagai bagian dari komitmen institusi dalam memperluas dampak riset dan pengabdian bagi masyarakat pada pencapaian 17 tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Bung Hatta UNJ, dan dihadiri oleh media serta mitra pengabdian, pada Kamis (23/4/2026). Acara ini menjadi ruang strategis untuk mempresentasikan capaian program pengabdian, sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, masyarakat, dan pemangku kepentingan. Berbagai program inovatif ditampilkan, mulai dari pendekatan berbasis budaya hingga penguatan karakter berbasis literasi dan konseling.
Dalam laporannya, Ketua LPPM UNJ, Iwan Sugihartono, menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya berfungsi sebagai hilirisasi riset, tetapi juga sebagai sarana transformasi sosial yang berkelanjutan.
“Pengabdian sebagai sarana implementasi ilmu pengetahuan dan penerapan produk hasil peneltiian harus menghasilkan perubahan nyata dan berkelanjutan dalam rangka penyelesaian masalah sosial dan masyarakat yang difokuskan pada pemberdayaan masyarakat, kewilayahan, dan kewirausahaan,” ujarnya.
Selanjutnya, Direktur Inovasi, Sistem Informasi, dan Pemeringkatan UNJ, R.A. Murti Kusuma W, menyampaikan bahwa kegiatan yang merupakan program Equity-LPDP ini dapat meningkatkan visibilitas serta dampak program pengabdian di tingkat nasional maupun global, sekaligus memperkuat rekognisi UNJ.
Sementara itu, Rektor UNJ, Prof Komarudin, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat dampak pengabdian. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem inovasi yang terhubung dengan kebutuhan masyarakat.
Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan diseminasi kreatif, tetapi juga diperkuat oleh paparan akademik dan praktik baik yang memberikan arah pengembangan pengabdian ke depan.
Dalam sesi tersebut, Umiatin menyoroti pentingnya implementasi hasil penelitian antropometri dalam menjawab kebutuhan nyata masyarakat, khususnya dalam pengembangan desain dan ergonomi yang sesuai dengan karakteristik fisik pengguna di Indonesia. Ia menegaskan bahwa data riset harus dihilirisasi menjadi solusi praktis yang meningkatkan kualitas hidup, keselamatan, dan kenyamanan masyarakat.
Selanjutnya, praktik baik di lapangan disampaikan oleh Ahmad Rifqy Ash Shiddiqy melalui program RSSG (Rintisan Sekolah Swasta Gratis) yang dikembangkan bersama Pemerintah Kota Depok. Program ini menjadi contoh konkret kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam memperluas akses pendidikan yang inklusif dan berkeadilan, khususnya bagi masyarakat dengan keterbatasan ekonomi.
Sementara itu, Tesaannisa memaparkan inisiatif Pojok Konseling Sastra dan Ruang Kreatif Anak sebagai bagian dari program pengabdian berbasis bibliokonseling di Rusunawa Jatinegara Kaum bekerjasama dengan Unit Pengelola Rumah Susun (UPRS) VII. Program ini dirancang sebagai ruang aman dan inklusif bagi anak-anak untuk membaca, berekspresi, serta mendapatkan pendampingan psikososial. Pojok literasi tidak hanya menjadi fasilitas membaca, tetapi juga ruang tumbuh yang mendorong penguatan karakter dan empati.
Dalam bentuk diseminasi kreatif, kegiatan ini menghadirkan berbagai karya yang merefleksikan hasil nyata pengabdian kepada masyarakat. Salah satunya adalah Tari Manuk Bulak, karya Deden Haerudin dari Program Studi Pendidikan Seni Tari UNJ, yang dikembangkan melalui pendekatan art by research bersama masyarakat Desa Bulak dan memiliki potensi sebagai daya tarik wisata budaya berbasis kearifan lokal.
Selain itu, penampilan anak-anak Rusunawa Jatinegara Kaum melalui puisi dan pantomim menunjukkan bagaimana pendekatan seni dan literasi dapat menjadi media penguatan karakter dan ekspresi diri. Seluruh rangkaian ini diperkuat dengan penayangan kompilasi audiovisual program pengabdian UNJ yang menggambarkan kontribusi nyata perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Sebagai bagian dari inovasi berbasis teknologi, Nur Azisah memaparkan program ARUNA (Alat Robotik untuk Navigasi dan Angkut Sampah Berbasis Kapal) yang dikembangkan untuk wilayah Muara Angke, Jakarta. Inovasi ini dirancang sebagai solusi pengelolaan sampah perairan melalui teknologi robotik yang adaptif terhadap lingkungan pesisir.
Program ARUNA juga menjadi kontribusi nyata dalam mendukung agenda global Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan Life Below Water, dengan mendorong terciptanya ekosistem laut yang lebih bersih dan berkelanjutan.
FGD ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi strategis untuk penguatan kebijakan dan implementasi pengabdian kepada masyarakat, sekaligus mendorong lahirnya model-model pengabdian yang adaptif, kolaboratif, dan berkelanjutan. Kegiatan ditutup dengan sesi pameran program pengabdian yang menampilkan berbagai produk dan inovasi hasil kolaborasi antara akademisi dan masyarakat. (*)
Apa Reaksi Anda?