Peringatan Hari Kartini 2026 di UNMER Malang Dimeriahkan Fashion Show dan Pesan Pemberdayaan Perempuan
Peringatan Hari Kartini pada Selasa (21/04) di lingkungan Universitas Merdeka/ UNMER Malang berlangsung meriah melalui gelaran fashion show antar unit dan program studi.
MALANG - Peringatan Hari Kartini pada Selasa (21/04) di lingkungan Universitas Merdeka/ UNMER Malang berlangsung meriah melalui gelaran fashion show antar unit dan program studi. Kegiatan yang dipusatkan di lapangan rektorat ini menarik antusiasme mahasiswa yang hadir untuk memberikan dukungan kepada perwakilan fakultas masing-masing.
Rektor Prihat Assih menegaskan bahwa peringatan Kartini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momen reflektif untuk memperkuat komitmen terhadap kesetaraan gender. Ia menyampaikan bahwa nilai-nilai emansipasi perempuan kini sejalan dengan agenda global dalam Sustainable Development Goals (SDGs).
Mengusung tema “Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi, Menuju Indonesia Emas 2026”, kegiatan ini juga mengingatkan pentingnya peran perempuan sebagai pilar pendidikan dalam keluarga dan masyarakat.
Acara semakin semarak dengan dimulainya sesi The Leaders Runway, di mana para pejabat struktural setiap unit kerja tampil memperagakan busana pilihan mereka. Setelah itu dilanjutkan sebanyak 27 pasangan peserta dari berbagai unit kerja/program studi turut ambil bagian, menampilkan kreativitas serta interpretasi mereka terhadap semangat Kartini masa kini.
Dari seluruh peserta, terpilih enam tim terbaik. Tim 1 Fakultas Hukum meraih juara harapan 3, disusul Tim 1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis sebagai juara harapan 2, serta Fakultas Psikologi sebagai juara harapan 1. Posisi juara 3 diraih Tim 1 Program Diploma Pariwisata, juara 2 oleh Biro Umum, dan juara 1 berhasil diraih oleh Tim 4 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.
Lebih dari sekadar ajang perlombaan, kegiatan ini menjadi ruang aktualisasi diri sekaligus sarana menanamkan nilai kesetaraan dan pemberdayaan perempuan di lingkungan kampus. Universitas Merdeka Malang melalui kegiatan ini menegaskan perannya dalam menciptakan atmosfer akademik yang inklusif dan progresif. (*)
Apa Reaksi Anda?