UMBY Maknai Hari Kartini: Perempuan Didorong Berdaya, Setara, dan Terus Belajar

Di balik peringatan Hari Kartini setiap 21 April, selalu tersimpan kisah inspiratif dan harapan besar bagi perempuan Indonesia. Berkat perjuangan R.A. Kartini dan para pahlawan perempuan lainnya, ruan

April 22, 2026 - 12:30
UMBY Maknai Hari Kartini: Perempuan Didorong Berdaya, Setara, dan Terus Belajar

YOGYAKARTA - Di balik peringatan Hari Kartini setiap 21 April, selalu tersimpan kisah inspiratif dan harapan besar bagi perempuan Indonesia. Berkat perjuangan R.A. Kartini dan para pahlawan perempuan lainnya, ruang kesempatan bagi kaum hawa untuk meraih pendidikan dan mengejar impian kini terbuka semakin luas.

Saat ini, emansipasi bukan lagi sekadar wacana, melainkan telah menjadi realitas yang melekat dalam kehidupan perempuan. Mereka mampu mematahkan stigma bahwa tanggung jawab perempuan hanya terbatas pada urusan rumah tangga.

Sejatinya, perempuan memiliki nilai penting dan mampu memberi kontribusi nyata dalam setiap peran yang dijalankan. Meski demikian, ketika membahas sosok "Kartini Masa Kini", setiap perempuan memiliki perspektif yang beragam.

Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY), Elysa Hartati, S.Pd., M.Pd., menilai Kartini masa kini sebagai perempuan yang berani menegosiasikan ruang, tidak sekadar menerima peran, tetapi juga memperjuangkan kesetaraan dalam setiap peluang.

Menurutnya, Kartini modern tidak hanya berdiri untuk dirinya sendiri, tetapi juga menjadi pilar penguat bagi perempuan lain di tengah keberagaman yang dinamis.

"Dulu para pahlawan telah berjuang keras agar perempuan memiliki bermartabat setara dengan laki-laki. Karena itu, saat ini kita seharusnya tidak saling menjatuhkan, melainkan saling menguatkan untuk bisa memberi manfaat di tengah keberagaman peran." jelas Elysa, 22/4/2026)

Selain itu, Elysa mengingatkan para perempuan untuk menjadi pembelajar sejati. Hal tersebut dapat diwujudkan dengan terus mengasah kapasitas diri, memperluas wawasan, meningkatkan literasi, serta menjadikan pengetahuan sebagai bekal untuk bertumbuh dan memberdayakan lingkungan.

Senada, Tenaga Kependidikan Fakultas Psikologi UMBY, Rizky Febrina R., S.Pd., memaknai Kartini masa kini sebagai sosok yang berani menjadi diri sendiri, tidak takut bermimpi, serta gigih mewujudkan cita-citanya.

"Sejak era R.A. Kartini hingga sekarang, perempuan memiliki semangat yang sama dalam meraih impian. Perbedaanya hanya terletak pada cara yang ditempuh.," jelas Rizky.

Ia berharap perempuan Indonesia tidak mudah menyerah saat menghadapi tantangan, melainkan terus saling mendukung, berani melangkah, dan berkembang.

Semangat kesetaraan dan pemberdayaan ini juga sejalan dengan perspektif agama, khususnya Islam, yang menjunjung tinggi martabat perempuan. Stigma negatif yang selama ini melekat seperti anggapan perempuan terpinggirkan atau tidak memiliki peran sosial, kian terbantahkan.

Pada akhirnya, kontribusi nyata perempuan di berbagai bidang menjadi bukti sekaligus pendorong utama dalam memperkuat perjuangan kesetaraan gender di masa kini. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow