Tutup Celah Kebocoran, PAD Wisata Pacitan Kini Bisa Dipantau Real-Time

Pemkab Pacitan rupanya mulai memperketat pengawasan demi menutup rapat celah kebocoran anggaran di lapangan. Salah satunya dengan menerapkan sistem pemantauan pendapatan secara real-time.

Juli 21, 2026 - 10:31
Tutup Celah Kebocoran, PAD Wisata Pacitan Kini Bisa Dipantau Real-Time

PACITAN - Pemkab Pacitan melalui Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Pacitan mendulang Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga Rp1,3 miliar selama musim libur sekolah kemarin. 

Angka fantastis ini didapat hanya dalam kurun waktu tiga pekan, terhitung sejak 22 Juni hingga 13 Juli lalu.

Di balik lonjakan pundi-pundi rupiah tersebut, Pemkab Pacitan rupanya mulai memperketat pengawasan demi menutup rapat celah kebocoran anggaran di lapangan. 

Salah satunya dengan menerapkan sistem pemantauan pendapatan secara real-time yang terintegrasi langsung dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) setempat.

Kepala Disparbudpora Pacitan, Munirul Ichwan, menyatakan bahwa transparansi menjadi fokus utama dalam pengelolaan duit dari sektor pelesiran ini. 

Melalui sistem baru, data transaksi di objek wisata kini tidak lagi menumpuk dan baru dilaporkan pada akhir bulan.

"Sekarang kita sudah real-time. Jadi PAD itu sekarang di Diskominfo bisa dipantau. Hari ini, jam ini, dapat berapa, itu di Diskominfo bisa kita pantau," ujar Munirul saat diwawancarai, Selasa (21/7/2026).

Selain pengawasan digital, Disparbudpora Pacitan juga mengubah skema penyetoran uang tunai dari tiket masuk objek wisata. 

Mereka menggandeng Bank Jatim untuk melakukan penjemputan dana secara harian di setiap destinasi wisata kelolaan pemda. 

Langkah ini diambil guna menghindari adanya dana taktis yang mengendap atau potensi manipulasi data di loket masuk.

Setiap sore tepat pukul 16.00 WIB, petugas bank langsung bergerak mengambil seluruh pendapatan tunai di lapangan.

Duit tersebut kemudian disetor ke Rekening Bendahara Penerimaan pada hari yang sama, sebelum akhirnya masuk ke rekening kas daerah.

"Dengan harapan meminimalisir angka kebocoran-kebocoran dari sebelum-sebelumnya," kata Munirul menegaskan.

Langkah bersih-bersih tata kelola keuangan ini berbarengan dengan melonjaknya arus kedatangan pelancong. 

Sepanjang musim liburan sekolah tahun ini, angka kunjungan wisatawan ke Pacitan melesat hingga hampir 30 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Pantai Klayar tercatat masih menjadi magnet utama yang paling banyak menyedot perhatian wisatawan. 

Meski begitu, tren positif juga terlihat di beberapa destinasi andalan lain seperti Pantai Buyutan dan Pantai Watu Karung yang mulai ramai dipadati pengunjung.

Munirul menyebut, tren kenaikan ini merupakan buah dari kolaborasi lintas sektor. Pihaknya mengaku tidak bisa berjalan sendiri dan terus merangkul objek wisata kelolaan desa melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), pelaku swasta, hingga jaringan agen perjalanan untuk mendatangkan wisatawan ke daerah berjuluk Kota 1001 Goa ini. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow