Trump Enggan Jawab Soal Penangkapan Raúl Castro
Presiden AS Donald Trump menolak berkomentar soal kemungkinan penangkapan mantan Presiden Kuba Raúl Castro setelah Departemen Kehakiman AS mendakwanya atas kasus pembunuhan empat warga Amerika.
JAKARTA - Presiden Donald Trump menolak berkomentar terkait kemungkinan Amerika Serikat menangkap mantan Presiden Kuba, Raúl Castro, sebagaimana yang dilakukan Washington terhadap Presiden Venezuela, Nicolás Maduro.
“Saya tidak ingin mengatakan itu,” kata Trump kepada wartawan pada Rabu (20/5/2026).
Pernyataan tersebut muncul setelah Pelaksana Tugas Jaksa Agung AS, Todd Blanche, menyatakan bahwa pemerintah Amerika Serikat memperkirakan Raúl Castro akan hadir di pengadilan AS, baik secara sukarela maupun “dengan cara lain”.
Raúl Castro Didakwa atas Kasus Tahun 1996
Todd Blanche mengumumkan bahwa Raúl Castro didakwa atas konspirasi untuk membunuh warga negara Amerika Serikat, penghancuran pesawat, dan empat dakwaan pembunuhan.
Dakwaan tersebut berkaitan dengan insiden tahun 1996 ketika dua pesawat sipil milik kelompok Brothers to the Rescue ditembak jatuh oleh militer Kuba. Insiden itu menewaskan empat orang yang berada di dalam pesawat.
AS Tingkatkan Tekanan terhadap Kuba
Selain langkah hukum, pemerintahan Trump juga meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Kuba. Pada 29 Januari 2026, Amerika Serikat memberlakukan tarif terhadap impor dari negara-negara yang memasok minyak ke Kuba dan menyatakan keadaan darurat atas dugaan ancaman Kuba terhadap keamanan nasional AS.
Pemerintah di Havana menilai langkah tersebut sebagai upaya untuk mencekik ekonomi negara dan memperburuk kondisi kehidupan masyarakat.
Pada 3 Mei 2026, Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel menyatakan bahwa ancaman militer Amerika Serikat terhadap Kuba telah mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ia menegaskan bahwa rakyat Kuba siap mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaan negara mereka.
Sanksi terhadap GAESA
Sebagai bagian dari kebijakan tekanan maksimum, pemerintah AS juga menjatuhkan sanksi terhadap Grupo de Administración Empresarial S.A., konglomerat bisnis milik militer Kuba.
GAESA didirikan pada 1995 oleh Raúl Castro untuk mengamankan sumber pendapatan bagi Angkatan Bersenjata Revolusioner Kuba selama masa krisis ekonomi yang dikenal sebagai “Periode Khusus di Masa Damai”.
Meski dakwaan telah diumumkan, belum ada kepastian apakah Raúl Castro yang kini berusia 94 tahun akan benar-benar dibawa ke pengadilan di Amerika Serikat. Para analis menilai langkah tersebut akan semakin memperuncing ketegangan antara Washington dan Havana.(*)
Apa Reaksi Anda?