Tren Basket 3x3 di Gresik Kian Meningkat, Diminati Kalangan Muda
Basket 3x3 semakin digemari Gen Z di Gresik. Turnamen Giri Elevation Court di Gressmall diikuti 72 tim untuk menjaring bibit atlet muda berprestasi di Jawa Timur.
GRESIK - Tren olahraga basket 3x3 di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, semakin digandrungi masyarakat, terutama di kalangan Gen Z. Fenomena ini terlihat dari kemeriahan turnamen Basket 3 on 3 Giri Elevation Court yang digelar di area P6 Gressmall.
General Manager Gressmall, Erich Pramono Bangun, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kontribusi pusat perbelanjaan tersebut dalam mendorong gaya hidup sehat di lingkungan perkotaan.
"Poin paling penting adalah kegiatan ini menjadi wadah pembinaan bagi atlet muda berbakat di bidang olahraga basket," ujar Erich, Selasa (28/4/2026).
Berdasarkan data panitia, kompetisi ini diikuti oleh 288 peserta yang tergabung dalam 72 tim. Para peserta terbagi dalam beberapa kategori, mulai dari tingkat SD, SMP, SMA (putra dan putri), hingga kategori umum.
"Antusiasme ini menunjukkan bahwa basket 3x3 makin digemari. Kami membuka kesempatan bagi semua pihak untuk berkolaborasi menyelenggarakan event serupa di sini," tambahnya.
Erich menyebut, peserta tidak hanya datang dari Kabupaten Gresik, tetapi juga dari luar kota. Mereka bersaing memperebutkan total hadiah senilai Rp20 juta. Turnamen berlangsung selama dua hari, dengan fokus babak penyisihan pada hari pertama, serta babak semifinal dan final pada hari kedua.
Panggung Penjaringan Atlet Porprov
Kegiatan ini turut mendapat dukungan penuh dari otoritas olahraga setempat. Hadir dalam pembukaan acara, perwakilan KONI Gresik, Mindo Siahaan, serta perwakilan Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Gresik, Alwi Baragbah.
Mindo Siahaan menyampaikan apresiasinya atas inisiatif Gressmall. Menurutnya, ajang seperti ini sangat krusial untuk meningkatkan kualitas para atlet muda di daerah.
"Teruslah berlatih dan asah kemampuan. Dengan konsistensi dan kerja keras, bukan tidak mungkin ke depannya kalian akan mewakili daerah dalam ajang yang lebih besar seperti Porprov (Pekan Olahraga Provinsi)," pesan Mindo kepada para peserta.
Senada dengan hal tersebut, Alwi Baragbah menekankan pentingnya jam terbang dalam membentuk mentalitas atlet yang tangguh. Ia menilai kompetisi 3 on 3 adalah sarana belajar strategi yang matang.
"Seorang pemain andal tidak hanya membutuhkan skill, tetapi juga mentalitas yang kuat dan pengalaman bertanding yang cukup. Di sinilah tempat kalian belajar meningkatkan kualitas diri sebagai atlet," pungkas Alwi. (*)
Apa Reaksi Anda?