TRC PU Binamarga Jember Gerak Kilat Pangkas Pohon Lapuk 25 Meter di Jalur Semboro-Tanggul

Potensi bencana hidrometeorologi maupun pohon tumbang akibat usia tua terus menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Jember.

Mei 21, 2026 - 15:30
TRC PU Binamarga Jember Gerak Kilat Pangkas Pohon Lapuk 25 Meter di Jalur Semboro-Tanggul

JEMBER - Potensi bencana hidrometeorologi maupun pohon tumbang akibat usia tua terus menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Jember.

Karena itu, Unit Tim Reaksi Cepat (TRC) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bidang Bina Marga Kabupaten Jember melakukan penebangan pohon yang rawan tumbang di tepi jalur utama yang menghubungkan Kecamatan Semboro dan Kecamatan Tanggul.

Pasalnya, pohon berjenis Sono yang berada tepat di pinggir jalan raya utama tersebut kondisinya sudah mati, mengering, dan melapuk.

​Dengan struktur yang sudah keropos, pohon tersebut diibaratkan seperti bom waktu yang bisa tumbang kapan saja, terutama saat angin kencang atau hujan deras melanda.

Dampak yang dipertaruhkan tidak main-main, selain berpotensi memakan korban jiwa dari pengguna jalan yang lalu lalang di rute sibuk tersebut, posisi pohon juga condong dan mengancam keselamatan bangunan rumah warga di sekitarnya, termasuk kediaman Mila.

​“Saya khawatir sekali, setiap hari rasanya waswas. Takutnya nanti pohon itu tiba-tiba tumbang tanpa peringatan, menimpa rumah saya, atau malah melukai orang-orang yang sedang lewat di jalan raya,” keluh Mila saat menceritakan suasana mencekam yang dialaminya sebelum penanganan dilakukan, Kamis (21/5/2026).

​Beruntung, kecemasan menahun yang dirasakan Mila dan tetangganya tidak dibiarkan berlarut-larut oleh pemerintah daerah.

Begitu laporan diverifikasi di sistem Wadul Gus'e, Dinas PUPR Bidang Bina Marga langsung menerjunkan personel TRC ke lokasi pada Kamis pagi.

​Setibanya di lokasi, tim teknis langsung melakukan survei penilaian risiko (risk assessment).

Hasil pengecekan lapangan mengonfirmasi bahwa kondisi pohon Sono tersebut memang sudah masuk dalam kategori sangat kritis dan tidak aman.

Menunda eksekusi berarti membuka ruang bagi terjadinya kecelakaan fatal. Keputusan bulat diambil pohon harus segera ditebang hari itu juga.

​Namun, proses evakuasi ini bukan perkara mudah dan memiliki tingkat kesulitan yang tinggi. Pohon tersebut memiliki ketinggian fantastis mencapai sekitar 25 meter. Yang membuat situasi semakin pelik, sebagian besar dahan dan ranting besarnya sudah tumbuh menjulur, bergelantungan, dan melintasi bentangan kabel listrik bertegangan tinggi milik PT PLN (Persero).

​Menyadari adanya risiko fatalitas akibat sengatan listrik maupun potensi pemadaman massal, TRC Binamarga langsung mengambil langkah taktis dengan berkoordinasi secara intensif bersama pihak PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Tanggul.

​Berkat koordinasi yang matang, manajemen risiko yang ketat, dan kerja sama yang solid antarinstansi, proses eksekusi pemotongan pohon raksasa ini berjalan dengan sangat terukur.

Menggunakan peralatan keselamatan lengkap serta gergaji mesin yang memadai, personel TRC memotong dahan demi dahan secara bertahap demi memastikan tidak ada ranting yang merusak kabel listrik di bawahnya.

​Jalur lalu lintas Semboro-Tanggul sempat diberlakukan sistem buka-tutup sementara guna mengamankan para pengendara dari material pohon yang jatuh.

Dalam waktu yang relatif singkat, pohon setinggi 25 meter yang sebelumnya berdiri mengancam, berhasil ditumbangkan dan dibersihkan dari bahu jalan dengan aman tanpa menimbulkan kerugian material maupun korban jiwa.

​Keberhasilan aksi cepat ini disambut haru dan penuh rasa syukur oleh warga Dusun Semboro Lor.

Mila, selaku pelapor, mengaku sangat puas dan tidak menyangka bahwa aduan yang dikirimkannya melalui gawai bisa direspons secepat itu oleh jajaran pemerintah.

​“Terima kasih banyak kepada gus bupati beserta seluruh jajarannya yang begitu cepat merespon keluhan kecil dari kami warga desa. Rasanya lega sekali sekarang, beban khawatir yang setiap hari menghantui sudah hilang. Semoga gus bupati selalu diberikan kesehatan, umur yang panjang, dan kekuatan untuk terus melayani masyarakat Jember,” ungkap Mila dengan nada haru bercampur gembira saat melihat halaman rumahnya kini sudah aman dari ancaman pohon tumbang.​

Di tempat terpisah, langkah taktis yang ditunjukkan oleh Dinas PUPR Bina Marga ini menjadi bukti nyata sekaligus cerminan dari gaya kepemimpinan Bupati Jember, Muhammad Fawait.

"Di bawah komandonya Gus Bupati Fawait, birokrasi di Kabupaten Jember dituntut untuk terus mengedepankan prinsip responsive governance di mana setiap aspirasi, keluhan, dan laporan masyarakat tidak sekadar ditampung di atas kertas, melainkan langsung didengar, dianalisis, dan ditindaklanjuti dengan aksi nyata di lapangan demi menjamin keamanan, keselamatan, dan kenyamanan seluruh warga Jember," pungkasnya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow