TMMD Ke-128 Probolinggo Ditutup, Infrastruktur Desa Brabe Rampung
Penutupan TMMD Ke-128 Kodim 0820 Probolinggo berlangsung khidmat di Lapangan Maron usai pembangunan infrastruktur Desa Brabe rampung 100 persen.
PROBOLINGGO - Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-128 Kodim 0820/Probolinggo resmi ditutup setelah satu bulan pelaksanaan pembangunan di Desa Brabe, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo. Penutupan yang digelar di Lapangan Maron berlangsung meriah sekaligus penuh khidmat dengan mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa”.
Penutupan TMMD dipimpin langsung Kasdam V/Brawijaya Brigjen TNI Zainul Bahar yang hadir bersama rombongan. Kedatangannya disambut Kasrem 083/Baladhika Jaya Letkol Inf Rahmat Cahyo Dinarso, Pabandaya Wanmil Sterdam V/Brawijaya Letkol Inf Poniman, Dandim 0820/Probolinggo Letkol Inf Ribut Yodo Apriantono, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Probolinggo.
Suasana penyambutan semakin semarak dengan penampilan Tarian Gondrang Banyuwangi yang dibawakan di bawah panduan Aisyah bersama pimpinan kesenian Peni Priyono. Tari tradisional tersebut menjadi simbol penghormatan sekaligus bentuk penyambutan budaya kepada rombongan Kasdam V/Brawijaya.
TMMD Jadi Model Pembangunan Kolaboratif
Dalam sambutannya, Brigjen TNI Zainul Bahar menegaskan bahwa TMMD merupakan program terpadu lintas sektoral antara TNI, kementerian, pemerintah daerah, dan masyarakat yang telah berjalan sejak 1980.
Menurutnya, TMMD menjadi bagian penting pembinaan teritorial dalam mendukung percepatan pembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah pedesaan.
“Pelaksanaan TMMD menggunakan pola bottom up planning, dimulai dari kebutuhan masyarakat di tingkat desa hingga ditindaklanjuti secara terkoordinasi sampai tingkat pusat,” ujar Brigjen TNI Zainul Bahar.
Ia menjelaskan, TMMD Ke-128 Tahun Anggaran 2026 dilaksanakan mulai 22 April hingga 21 Mei 2026 di sejumlah wilayah jajaran Kodam V/Brawijaya, yakni Kodim 0806/Trenggalek, Kodim 0811/Tuban, Kodim 0817/Gresik, Kodim 0820/Probolinggo, dan Kodim 0829/Bangkalan.
Selain sasaran fisik utama, TMMD Ke-128 juga menjalankan Program Unggulan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), meliputi ketahanan pangan seluas satu hektare, program TNI AD Manunggal Air Bersih (TMAB) di lima titik, rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pembangunan MCK, pemberian makanan tambahan bagi penderita stunting, hingga penanaman pohon dan pembersihan fasilitas umum.
Infrastruktur Desa Brabe Rampung 100 Persen
Di wilayah Kodim 0820/Probolinggo, seluruh sasaran pembangunan di Desa Brabe telah rampung 100 persen menjelang penutupan TMMD.
Berbagai pembangunan fisik yang berhasil diselesaikan meliputi pavingisasi jalan desa sepanjang 600 meter, pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT), pembangunan musholla, fasilitas sanitasi dan MCK, pembangunan tandon Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), hingga rehabilitasi RTLH warga.
Program tersebut dinilai membawa dampak langsung bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan akses jalan, ketersediaan air bersih, dan kualitas lingkungan permukiman warga desa.
Brigjen TNI Zainul Bahar berharap seluruh hasil pembangunan dapat dijaga dan dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.
“Saya berharap hasil pembangunan ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan terus dirawat agar memberikan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan warga,” katanya.
TMMD Perkuat Kemanunggalan TNI dan Rakyat
Sementara itu, Dandim 0820/Probolinggo Letkol Inf Ribut Yodo Apriantono menyampaikan bahwa TMMD Ke-128 menjadi bentuk nyata sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan desa.
Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari selesainya pembangunan fisik, tetapi juga dari terbangunnya semangat kebersamaan dan gotong royong masyarakat.
“Melalui TMMD, sasaran fisik maupun nonfisik berhasil diwujudkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat,” ujarnya.
Penutupan TMMD Ke-128 di Kabupaten Probolinggo sekaligus menandai berakhirnya rangkaian pembangunan terpadu di Desa Brabe. Namun bagi masyarakat setempat, manfaat program tersebut diperkirakan akan terus dirasakan dalam jangka panjang melalui infrastruktur dan fasilitas baru yang kini mulai dimanfaatkan warga. (*)
Apa Reaksi Anda?