TMMD 128 Probolinggo Rampung, Satgas Kodim 0820 Probolinggo Pamit kepada Warga Desa Brabe
Usai menyelesaikan TMMD Ke-128, Satgas Kodim 0820 Probolinggo berpamitan kepada warga Desa Brabe melalui komsos yang mempererat kemanunggalan TNI dan rakyat.
PROBOLINGGO - Setelah sebulan penuh membangun jalan, sarana air bersih, rumah layak huni, hingga musholla di Desa Brabe, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, Satgas TMMD Ke-128 Kodim 0820/Probolinggo akhirnya menuntaskan seluruh tugasnya. Namun sebelum kembali ke satuan masing-masing, para prajurit memilih menutup pengabdian mereka dengan cara yang sederhana namun penuh makna: berpamitan sambil bersilaturahmi dengan warga.
Momen itu berlangsung dalam suasana akrab di rumah Hj Iyan (50), salah satu warga Desa Brabe. Di tengah obrolan santai, personel Satgas dan masyarakat berbincang tentang pengalaman selama pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), manfaat pembangunan yang telah dirasakan, hingga harapan agar hubungan baik yang terjalin tetap terjaga.
Bagi warga, kehadiran Satgas selama program berlangsung telah menghadirkan perubahan yang nyata. Infrastruktur desa kini jauh lebih baik, sementara interaksi sehari-hari dengan para prajurit menumbuhkan kedekatan emosional yang sulit dilupakan.
Anggota Satgas TMMD Ke-128 dari Koramil 0820/21 Maron, Sertu Frangki Yuliono, memimpin langsung kegiatan komunikasi sosial tersebut. Menurutnya, komsos menjadi bagian penting dari TMMD karena pembangunan yang berhasil tidak hanya diukur dari bangunan fisik, tetapi juga dari hubungan yang terjalin dengan masyarakat.
“Obrolan sederhana sambil ngopi seperti ini justru menjadi cara paling efektif untuk menyerap aspirasi warga dan mempererat silaturahmi. TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga membangun kebersamaan,” ujar Sertu Frangki Yuliono.
Lebih dari Sekadar Proyek Pembangunan
TMMD Ke-128 di Desa Brabe telah menyelesaikan berbagai sasaran fisik, antara lain pavingisasi jalan desa sepanjang 600 meter, pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT), tandon Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), MCK, serta musholla.
Namun di balik pembangunan tersebut, ada nilai yang lebih besar: tumbuhnya kepercayaan dan semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat.
Selama pelaksanaan program, warga tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga terlibat aktif membantu pengangkutan material, pekerjaan konstruksi, hingga penyediaan kebutuhan logistik. Kolaborasi ini membuat TMMD menjadi ruang pertemuan antara pembangunan fisik dan penguatan sosial.
Kemanunggalan yang Tinggal di Hati Warga
Hj Iyan menyampaikan apresiasi atas kedekatan yang terjalin selama TMMD berlangsung. Menurutnya, para anggota TNI tidak hanya bekerja membangun desa, tetapi juga hadir sebagai bagian dari keluarga masyarakat.
“Kami merasa sangat dekat dengan bapak-bapak TNI. Mereka bukan hanya membangun jalan dan fasilitas umum, tetapi juga membawa semangat kebersamaan yang luar biasa,” tuturnya.
Kesan serupa dirasakan banyak warga Desa Brabe. Kehadiran Satgas selama satu bulan meninggalkan jejak yang bukan hanya tampak pada bangunan yang berdiri kokoh, tetapi juga pada hubungan sosial yang semakin erat.
Bagi Satgas TMMD Ke-128, pamitan ini bukanlah akhir, melainkan penanda bahwa hasil pembangunan kini sepenuhnya menjadi milik masyarakat. Infrastruktur telah selesai, tetapi nilai kebersamaan dan gotong royong yang tumbuh selama program diharapkan terus hidup dan menjaga manfaat pembangunan dalam jangka panjang. (*)
Apa Reaksi Anda?