TMMD 128 Probolinggo Petakan Sumber Air 2,8 Km di Tiris, Solusi Krisis Air Brabe Dimulai

Satgas TMMD Ke-128 Kodim 0820 Probolinggo meninjau sumber mata air di Tiris untuk pipanisasi 2,8 km ke Desa Brabe sebagai solusi krisis air bersih warga.

Mei 2, 2026 - 08:30
TMMD 128 Probolinggo Petakan Sumber Air 2,8 Km di Tiris, Solusi Krisis Air Brabe Dimulai

PROBOLINGGO - Krisis air bersih di wilayah pedesaan kerap menjadi persoalan klasik yang muncul setiap musim kemarau. Di Desa Brabe, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, tantangan itu kini mulai dijawab melalui pendekatan infrastruktur jangka panjang oleh Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-128 Kodim 0820 Probolinggo.

Jumat (1/5/2026), Satgas TMMD bersama perangkat desa melakukan peninjauan titik nol sumber mata air di Dusun Kloangan, Desa Racek, Kecamatan Tiris. Lokasi ini dipilih sebagai hulu utama karena memiliki debit air stabil sepanjang tahun, bahkan saat musim kemarau.

Peninjauan tersebut menjadi langkah awal pembangunan sistem pipanisasi air bersih yang akan menghubungkan sumber mata air di kawasan perbukitan Tiris dengan Dusun Klagin, Desa Brabe, yang berjarak sekitar 2,8 kilometer.

Dalam konteks pembangunan desa, pemetaan sumber air bukan sekadar proses teknis, tetapi juga penentu keberlanjutan layanan dasar masyarakat. Pemilihan titik sumber yang tepat menjadi faktor kunci agar distribusi air tidak terputus di kemudian hari.

Satgas TMMD melakukan pengukuran debit air, evaluasi elevasi, serta analisis jalur distribusi untuk memastikan aliran dapat berjalan optimal. Jalur pipa juga dirancang melewati area perbukitan dan jurang dengan sistem bak pembagi tekanan.

Kapten Inf M. Yahudin menegaskan bahwa air bersih merupakan kebutuhan fundamental yang harus diselesaikan dalam pelaksanaan TMMD.

“Debitnya bagus dan cukup untuk warga Dusun Klagin. Dari sini akan dialirkan menggunakan pipa HDPE ke tandon di Brabe,” ujarnya.

Sistem gravitasi dipilih sebagai solusi utama agar distribusi air tidak bergantung pada mesin pompa listrik. Pendekatan ini tidak hanya menekan biaya operasional, tetapi juga meningkatkan efisiensi jangka panjang.

Di Dusun Klagin, tandon berkapasitas 5.000 liter telah disiapkan untuk melayani sekitar 75 kepala keluarga yang selama ini bergantung pada sumur dangkal dan kerap mengalami kekeringan saat kemarau.

Pembangunan ini juga memperlihatkan pendekatan berbasis ekosistem, karena sumber air berada di kawasan hutan lindung yang harus dijaga keberlanjutannya.

TMMD Ke-128 Kodim 0820 Probolinggo melalui proyek pipanisasi ini menegaskan bahwa pembangunan desa tidak hanya menyentuh permukaan kebutuhan, tetapi juga menyasar sumber kehidupan paling vital: air bersih.

Dari perbukitan Tiris hingga permukiman Brabe, proyek ini sedang merangkai satu jalur penting yang akan menentukan kualitas hidup warga dalam jangka panjang. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow