Tingkatkan Daya Saing Lulusan, Polbangtan Malang Luncurkan Program Tes TOEFL
Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang meluncurkan dan mensosialisasikan Program Tes TOEFL
MALANG Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang meluncurkan dan mensosialisasikan Program Tes TOEFL sebagai salah satu program strategis yang digagas oleh Unit Pelaksana Akademik (UPA) Teknologi Informasi dan Komunikasi Polbangtan Malang pada tahun 2026. Kegiatan launching dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Senin (9/3/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Direktur Bidang Umum, Teknologi Informasi dan Komunikasi Polbangtan Malang Andi Warnaen, Founder Royal English sekaligus TOEFL & IELTS Expert Trainer Sunu Farid Lathif, Kepala UPA Teknologi Informasi dan Komunikasi Polbangtan Malang Budi Sawitri, serta diikuti mahasiswa tingkat III dan IV Polbangtan Malang.
Program Tes TOEFL ini dilaksanakan sebagai bagian dari penerapan ketentuan akademik yang diatur dalam Petunjuk Teknis (Juknis) Tugas Akhir Program Studi di lingkungan Polbangtan Malang. Selain itu, program ini juga bertujuan meningkatkan kualitas serta daya saing lulusan, khususnya dalam penguasaan bahasa Inggris sebagai kompetensi penting di era global.
Wakil Direktur Bidang Umum, Teknologi Informasi dan Komunikasi Polbangtan Malang, Andi Warnaen, menjelaskan bahwa program ini merupakan hasil kerja sama antara UPA Teknologi Informasi dan Komunikasi Polbangtan Malang, Royal English, dan Koperasi KPRI Aneka Guna.
“Hari ini kami secara resmi meluncurkan Program Tes TOEFL yang nantinya akan menjadi salah satu syarat bagi mahasiswa untuk memiliki sertifikat TOEFL dengan skor minimal 400. Melalui program ini, kami ingin memantau dan meningkatkan kemampuan bahasa Inggris mahasiswa secara nyata, bukan sekadar memiliki sertifikat, tetapi juga benar-benar memahami dan menguasai kemampuan bahasa tersebut,” ujar Andi.
Ia menambahkan, program ini diharapkan dapat mendukung visi Polbangtan Malang dalam mencetak sumber daya manusia pertanian yang unggul, profesional, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
Sementara itu, Founder Royal English sekaligus TOEFL & IELTS Expert Trainer, Sunu Farid Lathif, menekankan pentingnya penguasaan bahasa Inggris bagi mahasiswa sebagai bekal menghadapi dunia kerja.
“Kemampuan bahasa Inggris sangat dibutuhkan di dunia kerja. Baik untuk melanjutkan karier, bekerja di berbagai sektor, maupun menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), sertifikat TOEFL sering kali menjadi salah satu persyaratan. Anggaplah tes ini sebagai investasi masa depan. Ikuti dengan serius dan usahakan memperoleh skor di atas 400 agar peluang kalian semakin terbuka,” jelasnya. (*)
Apa Reaksi Anda?