Tingkat Kehilangan Air Perumda Delta Tirta Sidoarjo dalam 5 Tahun, Capai 38,89 Persen

Tingkat kehilangan air (Non Revenue Water/NRW) Perumda Delta Tirta Sidoarjo melonjak menjadi 38,89 persen pada 2025. Angka ini menjauh dari target penurunan hingga 25 persen.

Juni 9, 2026 - 18:31
Tingkat Kehilangan Air Perumda Delta Tirta Sidoarjo dalam 5 Tahun, Capai 38,89 Persen

SIDOARJO - Tingkat kehilangan air atau Non Revenue Water (NRW) pada Perumda Delta Tirta Sidoarjo tercatat masih cukup tinggi. Dalam lima tahun terakhir, tingkat kehilangan air (TKA) BUMD milik Pemkab Sidoarjo ini konsisten berada di atas 31 persen, bahkan melonjak signifikan menjadi 38,89 persen pada tahun 2025.

Lonjakan ini berbanding terbalik dengan target yang tertuang dalam rencana bisnis Perumda Delta Tirta Sidoarjo hingga 2026, yang membidik penurunan tingkat kehilangan air hingga menyentuh angka 25 persen.

Humas Perumda Delta Tirta Sidoarjo, Annisa Firdausi, menjelaskan bahwa TKA pada tahun 2021 berada di angka 34,63 persen. Angka tersebut sempat menurun pada 2022 menjadi 31,62 persen, lalu cenderung stabil pada 2023 di angka 31,68 persen.

“Untuk tahun 2025, tingkat kehilangan air di Perumda Delta Tirta Sidoarjo sebesar 38,89 persen,” ujar Annisa saat dikonfirmasi, Selasa (9/6/2026).

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa upaya menekan kebocoran dan efisiensi distribusi air belum berjalan konsisten. Padahal, standar nasional menargetkan angka kehilangan air ideal berada di bawah 20 hingga 25 persen.

Potensi Kerugian Pendapatan Daerah

Tingginya angka NRW ini linier dengan besarnya potensi kerugian yang dialami perusahaan. Merujuk data Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah (Oktober 2024) berjudul “Analisa Strategi Penurunan Kehilangan Air Dengan Metode Neraca Air dan Infrastructure Leakage Index (ILI) Pada Perumda Delta Tirta Kabupaten Sidoarjo”, tingkat NRW tahun 2023 yang sebesar 31,67 persen saja telah mengakibatkan kerugian pendapatan perusahaan mencapai Rp132.695.153.888 per tahun.

Saat dikonfirmasi mengenai penyebab lonjakan TKA yang signifikan pada 2025 tersebut, Humas Perumda Delta Tirta Sidoarjo belum bisa memberikan penjelasan secara rinci.

“Kalau ini (penyebab TKA), Pak Dirut yang bisa jawab,” ujar Annisa singkat.

Sementara itu, Direktur Utama Perumda Delta Tirta, Dwi Hary, belum bisa dimintai keterangan karena yang bersangkutan diketahui sedang mengambil masa cuti.

Cakupan Pelanggan Terus Tumbuh

Di sisi lain, jumlah pelanggan air bersih di Kabupaten Sidoarjo sebenarnya terus mengalami pertumbuhan. Pada 2021, jumlah pelanggan tercatat sekitar 191 ribu sambungan rumah (SR), kemudian meningkat menjadi lebih dari 228 ribu pelanggan pada 2025.

Peningkatan jumlah pelanggan ini berdampak langsung pada perluasan cakupan layanan air bersih di Kabupaten Sidoarjo. Jika pada 2021 cakupan layanan berada di angka 25,33 persen, pada 2025 angka tersebut naik menjadi 33,46 persen.

Untuk memperluas akses layanan air minum perpipaan, Perumda Delta Tirta Sidoarjo telah menyiapkan peta jalan (road map) menuju cakupan layanan 100 persen. Sejumlah proyek strategis disiapkan, mulai dari pengembangan kapasitas produksi di wilayah Krian, Waru, Lengkong, Kalimati, hingga Tawangsari.

Melalui pengembangan infrastruktur tersebut, jumlah pelanggan Perumda Delta Tirta diproyeksikan terus meningkat hingga mencapai lebih dari 790 ribu sambungan rumah pada tahun 2042, guna mengejar target pelayanan air bersih mendekati 100 persen secara bertahap. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow