Ternate Pertahankan Gelar Juara Umum Porprov Maluku Utara 2026 dengan 70 Emas
Kota Ternate kembali menjadi juara umum Porprov V Maluku Utara 2026 setelah meraih 70 emas, 52 perak, dan 45 perunggu. Tuan rumah Halmahera Utara finis di posisi kedua saat ajang olahraga provinsi res
TERNATE - Sorak gemuruh pecah di Tobelo Halmahera Utara. Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) V Maluku Utara (Malut) 2026 resmi ditutup Minggu (14/6/2026) sore. Kota Ternate kembali mengaum sebagai raja olahraga Malut dengan mempertahankan status juara umum.
Kepastian tersebut diumumkan saat penutupan Porprov V Maluku Utara di Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara, Minggu (14/6/2026) sore. Berdasarkan Surat Keputusan KONI Maluku Utara Nomor 017/KTTS/KONI-MU/VI/2026, Ternate resmi ditetapkan sebagai juara umum, sekaligus mengulang keberhasilan yang diraih pada Porprov IV.
Total koleksi Ternate bikin merinding: 167 medali. Rinciannya 70 emas, 52 perak, 45 perunggu dan satu piala bergilir yang diserahkan Ketua KONI Malut Sarbin Sehe ke Wali Kota Ternate Tauhid Soleman.
Halmahera Utara tampil garang sebagai tuan rumah. Tapi harus puas di peringkat kedua dengan 50 emas, 41 perak, 39 perunggu. Selisih 20 emas dari Ternate. Dukungan sorak ribuan warga Halut tak cukup membendung laju “Pasukan Kota Ternate”.
Sementara Kota Tidore dan Halmahera Barat saling mepet di papan tengah. Kota Tidore Kepulauan finish ketiga: 15 emas, 18 perak, 25 perunggu. Disusul Halmahera Barat di posisi keempat: 14 emas, 18 perak, 39 perunggu. Persaingan sengit terjadi di kelas menengah, selisih emas hanya 1 keping.
Kabupaten Pulau Morotai menutup Porprov dengan 6 emas, 13 perak, 26 perunggu. Total 45 medali. Capaian ini jadi modal berharga untuk Porprov VI. Atlet-atlet Morotai sudah membuktikan taring di tanah Halmahera Utara.
Sementara Kepulauan Sulah juga mendulang 6 emas, tetapi hanya 11 perak, 23 perunggu. Halmahera Tengah 5 Emas, 9 perak, 18 perunggu. Halmahera Timur 5 Emas, 7 perak, 38 perunggu. Kabupaten Pulau Taliabu 2 emas, 4 perak, dan 5 perunggu.
Acara penutupan diwarnai haru. Panitia berterima kasih ke Bupati Halut, panitia lokal, dan seluruh relawan. Banyak yang tinggalkan keluarga, korbankan pekerjaan, tenaga, bahkan perasaan. Semua demi Porprov berjalan lancar.
Pidato penutupan jadi momen paling menggugah. “Sejarah tidak selalu ditulis mereka di garis depan panggung, tapi oleh mereka di garis belakang,” ucap panitia. Tepuk tangan paling panjang diberikan untuk pahlawan tanpa medali.
“Mungkin kalian pulang tanpa medali, tapi pulang membawa kehormatan sebagai pelayan olahraga Malut,” lanjut panitia. Jika ada air mata jatuh dan hati terluka, semua itu saksi bahwa mereka pecinta olahraga sejati.
Dengan keberhasilan mempertahankan gelar juara umum untuk kedua kalinya secara beruntun, Kota Ternate kini semakin mengukuhkan diri sebagai kekuatan utama olahraga di Maluku Utara. Tantangan berikutnya adalah mempertahankan dominasi tersebut pada Porprov VI mendatang. (*)
Apa Reaksi Anda?