Tangkal Dakwah Ekstrem, Lesbumi PCNU Kraksaan Perkuat Strategi Kultural

Tangkal ideologi radikal, Lesbumi PCNU Kraksaan siapkan strategi dakwah kultural berbasis seni Walisongo dan program syiar digital.

Mei 16, 2026 - 22:30
Tangkal Dakwah Ekstrem, Lesbumi PCNU Kraksaan Perkuat Strategi Kultural

PROBOLINGGO - Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PCNU Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, bergerak cepat memperkuat benteng ideologi di tingkat akar rumput. Salah satunya dengan menggelar Lokakarya Manajemen Organisasi Seni Budaya di Aula PCNU Kraksaan, Sabtu (16/5/2026).

Kegiatan ini didesain untuk menyelaraskan visi, misi, dan gerak langkah kebudayaan Nahdlatul Ulama (NU). Guna membekali pengurus, lokakarya menghadirkan dua pemateri dari Tanfidziyah PCNU Kraksaan, yaitu Dr Abu Hasan Agus R MPdI (Wakil Ketua) dan Gus Hadi Abu Hasan (Wakil Sekretaris).

Ketua Lesbumi PCNU Kraksaan, Lukman Sumardi menjelaskan, arah gerakan lembaga akan dimatangkan melalui Rapat Kerja (Raker) yang diselaraskan dengan visi besar PCNU Kraksaan. 

Dari visi tersebut, lahir 5 program utama dan 14 kegiatan yang akan memayungi gerak Lesbumi dari tingkat Cabang hingga Majelis Wakil Cabang (MWC).

"Kami memberikan kebebasan pengurus di tingkat MWC untuk memilih ruang gerak yang sesuai dengan potensi lokal. Intinya adalah memperkuat dakwah An-Nahdliyah yang selaras dengan nilai kebudayaan setempat," ujar Lukman di sela sesi diskusi yang diikuti perwakilan 17 desa.

Lukman menegaskan, tantangan utama Lesbumi saat ini adalah menjaga tradisi sekaligus membendung arus ideologi radikal yang mulai merambah masyarakat.

"Tugas kita adalah melawan dakwah ekstrem melalui metode dakwah berbasis budaya. Menjaga nilai keislaman berlandaskan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) dengan fokus pada kesenian yang selaras dengan ajaran Walisongo," tegasnya.

Ia mencontohkan akulturasi budaya Nusantara yang bernilai tinggi, seperti pemanfaatan bedug yang digeser fungsinya oleh para ulama terdahulu menjadi penanda masuknya waktu salat. Begitu pula tradisi menghentikan aktivitas saat azan berkumandang, yang kini menjadi budaya keseharian masyarakat.

Syiar Digital dan Pelestarian Seni Lokal

Menghadapi era digital, Lesbumi PCNU Kraksaan juga menyiapkan strategi syiar modern. Dalam waktu dekat, mereka akan meluncurkan program Podcast Lesbumi untuk menjangkau publik yang lebih luas.

"Lewat podcast, kita akan menyiarkan tradisi dan kebudayaan Islam di desa-desa agar tetap lestari. Kolaborasi erat dengan Lesbumi MWC NU menjadi kunci sukses program ini," tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kraksaan, Dr Abu Hasan Agus R MPdI mengingatkan pentingnya dakwah kultural yang adaptif. Menurutnya, setiap wilayah memiliki potensi seni Islam yang khas dan wajib dibina.

"Seperti seni Hadrah yang lekat dengan acara masyarakat, di dalamnya ada nilai luhur. Di wilayah Paiton misalnya, ada potensi seni kaligrafi. Potensi-potensi lokal seperti ini yang harus kita bina dan jaga bersama agar tidak tergerus zaman," pungkas Abu Hasan. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow