Stabilisasi Harga Kebutuhan Pokok, Gerakan Pangan Murah Hadir di Alun-alun Cianjur
Sebagai aksi nyata untuk meringankan beban ekonomi warga, kegiatan ini menyediakan berbagai komoditas pokok dengan harga jauh lebih terjangkau dibandingkan rata-rata di pasar.
CIANJUR Polres Cianjur bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Cianjur (Pemkab Cianjur) serta Kodim 0608 Cianjur menggelar Gerakan Pangan Murah di area depan Masjid Alun-Alun Cianjur.
Sebagai aksi nyata untuk meringankan beban ekonomi warga, kegiatan ini sengaja dirancang untuk menyediakan berbagai komoditas pokok dengan harga jauh lebih terjangkau dibandingkan rata-rata di pasar konvensional.
Langkah kolaboratif tersebut dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan daerah sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga stabilitas harga pangan selama bulan suci.
Kapolres Cianjur AKBP Dr A Alexander Yurikho Hadi, SH, SIK., MSi menjelaskan bahwa inisiatif ini bertujuan memangkas jarak antara masyarakat dengan produk pangan yang saat ini harganya tengah melambung tinggi.
Dalam operasi tersebut, paket sembako yang biasanya dibanderol seharga 50 ribu rupiah ditekan menjadi sekitar 42 hingga 45 ribu rupiah saja.
"Respons publik sangat luar biasa, terbukti dengan ludesnya 150 paket yang disediakan dalam waktu singkat, sehingga kami pihak kepolisian berencana untuk menyusun kembali agenda serupa pada waktu mendatang," ujarnya, Kamis (12/3/2026).
Momentum Ramadan dipilih sebagai waktu yang tepat untuk memperkuat tradisi saling berbagi di tengah kondisi geopolitik global dan nasional yang memengaruhi daya beli.
Selain membantu mencukupi kebutuhan harian, program ini menjadi sarana bagi TNI, Polri, dan pemerintah daerah untuk mendayagunakan sumber daya yang ada demi menurunkan Harga Eceran Tertinggi (HET).
Kehadiran para pimpinan daerah di tengah kerumunan memberikan semangat tersendiri bagi warga yang terlihat antusias membawa barang belanjaan mereka dengan wajah sumringah.
Di sisi lain kata dia, pengawasan terhadap rantai distribusi terus diperketat melalui pemantauan rutin ke sejumlah pasar tradisional oleh Satgas Pangan yang terdiri dari kepolisian dan dinas terkait.
Aparat penegak hukum memberikan peringatan keras kepada oknum distributor atau pedagang yang mencoba mencari keuntungan tidak wajar dengan menjual barang di atas ketentuan.
"Jika upaya persuasif melalui peringatan awal tidak digubris, maka kami pihak kepolisian tidak akan ragu untuk mengambil tindakan hukum tegas demi mewujudkan keadilan bagi konsumen," tuturnya.
Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian menambahkan bahwa lonjakan permintaan menjelang Idul Fitri merupakan fenomena tahunan yang kerap memicu ketidakseimbangan antara pasokan dan kebutuhan.
"Untuk mengantisipasi permainan harga oleh spekulan, pemerintah daerah mengandalkan koordinasi lintas sektoral guna memastikan ketersediaan stok pangan tetap aman," ungkapnya.
Salah satu warga yang hadir, Sadikin, menyampaikan rasa terima kasihnya atas sembako murah ini karena merasa sangat terbantu dalam memenuhi kebutuhan dapur dengan biaya yang lebih ringan di tengah kenaikan harga barang yang sedang terjadi. (*)
Apa Reaksi Anda?