Siswa MAN 1 Jember Sabet Juara Nasional, Bupati Fawait: Bukti Madrasah Bisa Mendunia
Semangat kebangsaan dan kecerdasan anak muda Jember kembali mengguncang panggung nasional.
JEMBER - Semangat kebangsaan dan kecerdasan anak muda Jember kembali mengguncang panggung nasional.
Kali ini, delegasi dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Jember berhasil mengukir tinta emas dengan meraih Juara 2 Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tahun 2026.
Prestasi ini disambut hangat Bupati Jember Muhammad Fawait dalam sebuah pertemuan apresiasi yang penuh emosional.
Pertemuan yang berlangsung di Jember pada Kamis (14/5/2026) tersebut bukan sekadar seremoni formal.
Suasana pecah saat para siswa yang masih mengenakan seragam kebanggaan mereka membawakan yel-yel kreatif dan pantun khas Jember di hadapan Fawait.
Dengan nada lagu "Rasa Sayange" yang diaransemen ulang, mereka menyuarakan tekad: "Dari Jember kota pelopor, Indonesia cerdas dan berkarakter!"
Fawait, yang dikenal sebagai legislator vokal di DPRD Provinsi Jawa Timur, tidak dapat menyembunyikan rasa bangganya.
Baginya, kemenangan ini adalah pembuktian bahwa sistem pendidikan madrasah kini telah bertransformasi menjadi institusi yang modern dan kompetitif.
"Hari ini mata kita terbuka bahwa anak-anak Jember, khususnya dari lingkungan madrasah, memiliki kapasitas intelektual yang luar biasa. Sebagai sesama lulusan madrasah, hati saya bergetar. Ini membuktikan bahwa dari pesantren dan madrasah, lahir pemimpin masa depan yang paham betul akan nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika," ungkap Fawait dengan nada haru.
Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI merupakan ajang paling bergengsi dalam menguji wawasan kebangsaan siswa di seluruh Indonesia.
Tim MAN 1 Jember harus menyisihkan ribuan sekolah dari berbagai provinsi sebelum akhirnya mengamankan posisi kedua di tingkat nasional dengan hadiah pembinaan sebesar Rp7.500.000.
Prestasi ini dianggap sebagai angin segar bagi Kabupaten Jember.
Fawait menilai bahwa capaian ini adalah indikator bahwa Jember tidak pernah kekurangan talenta hebat.
"Pentingnya dukungan pemerintah dan tokoh masyarakat untuk terus mengawal bakat-bakat muda agar tidak terhenti di tengah jalan," ungkapnya.
Acara ditutup dengan penuh semangat saat seluruh siswa, guru pendamping, dan Fawait bersama-sama meneriakkan komitmen "MAN 1 Jember: Maju, Bermutu, Mendunia!".
"Kita ingin Jember dikenal bukan hanya karena potensi alamnya, tapi karena kualitas manusianya. Apa yang dilakukan adik-adik kita hari ini adalah bukti nyata bahwa Jember adalah kota pemenang," pungkas Fawait. (*)
Apa Reaksi Anda?